• MTS NEGERI 2 PROBOLINGGO
  • MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Gerakan Furudhul Ainiyah Menggema di Dua Kampus Madrasah

Pajarakan — Pagi Jumat di MTsN 2 Probolinggo, 4 September 2026, tidak hanya diawali dengan aktivitas pembelajaran seperti biasanya. Setelah melaksanakan shalat Dhuha berjamaah, ratusan peserta didik dan guru larut dalam suasana religius melalui kegiatan Jumat Istighosah yang dilaksanakan secara serentak di Mushalla Kampus 1 dan Mushalla Kampus 2.

Kurang lebih 750 peserta, terdiri atas siswa kelas VII, VIII, IX serta para guru, mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.

Lantunan doa dan istighosah menggema dari dua lokasi. Dalam suasana pagi yang penuh ketenangan, seluruh peserta menundukkan hati, memanjatkan doa, serta memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya MTsN 2 Probolinggo dalam mewujudkan pembentukan karakter peserta didik melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Gerakan Furudhul Ainiyah.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin keagamaan, Jumat Istighosah menjadi ruang pendidikan hati.

Sebuah ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan.

Untuk mengingat.

Untuk merenung.

Dan untuk menumbuhkan rasa cinta yang semakin mendalam kepada Allah SWT.


Dua Kampus, Satu Doa, Satu Cinta kepada Allah

Pelaksanaan Jumat Istighosah berlangsung di dua titik utama MTsN 2 Probolinggo.

Di Kampus 1 atau Lokal Selatan, kegiatan dipimpin oleh Ustadz Abdul Yasid dan Ustadz Syarif.

Sementara itu, di Kampus 2 atau Lokal Utara, istighosah dipimpin oleh Ustadz Kholil dan Ustadz Haidori.

Meski dilaksanakan di tempat yang berbeda, seluruh peserta berada dalam satu semangat yang sama.

Satu doa.

Satu harapan.

Dan satu tujuan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah shalat Dhuha berjamaah, para siswa mengikuti rangkaian istighosah dengan tertib. Suasana mushalla berubah menjadi ruang spiritual yang dipenuhi lantunan doa.

Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang kecerdasan akademik.

Ada dimensi yang jauh lebih mendalam.

Yaitu pembentukan hati dan karakter.


Ketika Pendidikan Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Menyentuh Hati

Dalam dunia pendidikan, siswa membutuhkan ilmu untuk memahami kehidupan.

Namun mereka juga membutuhkan nilai untuk menentukan arah kehidupannya.

Karena itulah, pendidikan karakter menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran.

Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Probolinggo terus berupaya menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya menekankan capaian pengetahuan.

Pendidikan juga harus melahirkan manusia yang memiliki kepekaan.

Memiliki kasih sayang.

Memiliki kepedulian.

Dan memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan Sang Pencipta.

Jumat Istighosah menjadi salah satu implementasi nyata dari semangat tersebut.

Ketika siswa bersama-sama menengadahkan doa, mereka sedang belajar tentang ketundukan.

Ketika mereka mengikuti lantunan istighosah, mereka sedang belajar tentang ketenangan.

Dan ketika mereka mendekatkan diri kepada Allah SWT, mereka sedang membangun fondasi karakter yang akan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.


Gerakan Furudhul Ainiyah: Membiasakan yang Wajib dalam Kehidupan

Kegiatan Jumat Istighosah juga menjadi bagian dari penguatan Gerakan Furudhul Ainiyah di lingkungan MTsN 2 Probolinggo.

Gerakan tersebut diarahkan untuk membangun pembiasaan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan peserta didik.

Pembentukan karakter tidak selalu dapat dilakukan melalui teori.

Karakter membutuhkan pembiasaan.

Seseorang tidak menjadi disiplin hanya karena mengetahui arti disiplin.

Ia menjadi disiplin karena terbiasa melakukannya.

Begitu pula dengan nilai-nilai spiritual.

Kedekatan kepada Allah SWT perlu dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.

Shalat berjamaah.

Berdoa.

Berdzikir.

Beristighosah.

Dan membiasakan diri menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dari kebiasaan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran.

Dari kesadaran tumbuh kecintaan.

Dan dari kecintaan lahir karakter yang kuat.


Kepala Madrasah: Pendidikan Harus Membangun Ilmu dan Hati

Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menegaskan bahwa kegiatan Jumat Istighosah merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di lingkungan madrasah.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya dapat diukur dari prestasi akademik.

Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk manusia yang memiliki kepribadian dan nilai spiritual yang kuat.

“Kami ingin pendidikan di MTsN 2 Probolinggo tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang baik, karakter yang kuat, serta hubungan yang dekat dengan Allah SWT,” ungkap Ernawiyadi.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta memiliki makna yang sangat mendalam.

“Cinta adalah fondasi penting dalam pendidikan. Ketika anak memiliki cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada orang tua, guru, sesama, dan lingkungannya, maka nilai-nilai kebaikan akan lebih mudah tumbuh dalam kehidupannya,” jelasnya.

Menurut Ernawiyadi, istighosah menjadi salah satu cara untuk membangun ruang spiritual bagi peserta didik.

“Anak-anak memiliki banyak aktivitas dan tantangan. Karena itu, mereka membutuhkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Istighosah mengajarkan mereka untuk berdoa, berharap, berserah diri, dan memahami bahwa manusia memiliki keterbatasan,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus memberikan dampak positif terhadap kehidupan siswa.

“Semoga apa yang dilakukan dalam kegiatan ini tidak berhenti di mushalla. Nilai-nilainya harus dibawa ke rumah, ke kelas, dan ke dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.


Waka Kesiswaan: Karakter Dibangun melalui Pembiasaan

Waka Bidang Kesiswaan MTsN 2 Probolinggo, Erma Yuli Astutik, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembentukan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan Jumat Istighosah menjadi salah satu media pembiasaan yang sangat penting bagi peserta didik.

“Karakter tidak dapat dibentuk hanya melalui satu kali kegiatan. Dibutuhkan proses, pembiasaan, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, kegiatan seperti Jumat Istighosah memiliki nilai yang sangat penting,” ujar Erma.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga memperkuat kebersamaan spiritual antara siswa dan guru.

“Ketika siswa dan guru duduk bersama dalam satu majelis doa, ada nilai kebersamaan yang sangat kuat. Kita bersama-sama belajar merendahkan hati dan memohon kepada Allah SWT,” katanya.

Menurut Erma, tujuan utama kegiatan adalah menghadirkan nilai agama dalam kehidupan nyata peserta didik.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami agama sebagai materi pelajaran, tetapi mampu merasakan nilai-nilainya. Dari rasa cinta kepada Allah SWT itulah diharapkan tumbuh akhlak yang baik dan karakter yang kuat,” jelasnya.

Ia berharap pembiasaan spiritual dapat menjadi benteng positif bagi generasi muda.

“Anak-anak akan menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Karena itu, selain membekali mereka dengan ilmu pengetahuan, kita juga harus memberikan kekuatan spiritual dan karakter,” pungkasnya.


750 Suara, Satu Harapan

Kurang lebih 750 warga MTsN 2 Probolinggo pagi itu berkumpul dalam dua mushalla.

Mereka datang dari kelas VII.

Kelas VIII.

Kelas IX.

Serta para guru yang turut mendampingi.

Mereka mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda.

Memiliki karakter yang berbeda.

Dan membawa harapan yang berbeda.

Namun dalam Jumat Istighosah, semuanya menyatu.

Dalam doa.

Dalam dzikir.

Dalam harapan.

Dan dalam cinta kepada Allah SWT.

Tidak ada persaingan.

Tidak ada perbedaan kelas.

Tidak ada batas antara senior dan junior.

Yang ada adalah keluarga besar madrasah yang bersama-sama menundukkan hati kepada Sang Pencipta.


DARI MUSHALLA MENUJU KEHIDUPAN

Jumat Istighosah akhirnya bukan hanya sebuah agenda.

Ia adalah sebuah pengingat.

Bahwa manusia membutuhkan ilmu.

Namun manusia juga membutuhkan iman.

Manusia membutuhkan kecerdasan.

Namun manusia juga membutuhkan akhlak.

Manusia membutuhkan kemampuan untuk meraih masa depan.

Namun manusia juga membutuhkan kompas spiritual untuk menentukan arah perjalanan.

Melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Gerakan Furudhul Ainiyah, MTsN 2 Probolinggo terus berusaha menghadirkan pendidikan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan peserta didik.

Pendidikan pikiran.

Pendidikan karakter.

Dan pendidikan hati.

Dari mushalla, para siswa kembali menuju ruang kelas.

Namun diharapkan ada sesuatu yang ikut mereka bawa.

Bukan hanya suara lantunan doa.

Melainkan ketenangan.

Kesadaran.

Dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena ilmu akan menerangi pikiran.

Akhlak akan memperindah kehidupan.

Dan cinta kepada Allah SWT akan menuntun setiap langkah menuju kebaikan.


JUMAT ISTIGHOSAH MTsN 2 PROBOLINGGO

???? Hari/Tanggal: Jumat, 4 September 2026
???? Kegiatan: Jumat Istighosah
???? Tempat: Mushalla Kampus 1 dan Mushalla Kampus 2
???? Peserta: Kelas VII, VIII, IX dan Guru
???? Jumlah Peserta: Kurang lebih 750 orang
???? Pelaksanaan: Setelah Shalat Dhuha Berjamaah

Imam Kampus 1 / Lokal Selatan

  • Ustadz Abdul Yasid
  • Ustadz Syarif

Imam Kampus 2 / Lokal Utara

  • Ustadz Kholil
  • Ustadz Haidori

TUJUAN KEGIATAN

Mewujudkan pembentukan karakter peserta didik melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Gerakan Furudhul Ainiyah guna menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT.


TIM PUBLIKASI & DOKUMENTASI

Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah & Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ma’had Darul Karomah MTsN 2 Probolinggo Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Meneguhkan Iman dan Membentuk Karakter Berbasis Cinta

PAJARAKAN, 4 SEPTEMBER 2026 — Malam Jumat selalu memiliki ruang tersendiri dalam kehidupan spiritual umat Islam. Ketika senja mulai berganti malam dan lantunan azan Maghrib telah

04/09/2026 09:38 WIB - Administrator
ELVIN JANUZAJ SYAHDAN DAUD, PELAJAR MUDA PECINTA BUKU YANG MENOREH PRESTASI

Dari Kegemaran Membaca hingga Juara 2 Olimpiade OBOR LANGIT Tingkat Kabupaten Pajarakan— Prestasi tidak selalu lahir dari langkah besar. Kadang, ia berawal dari sebuah kebiasaan

02/09/2026 08:09 WIB - Administrator
MTsN 2 Probolinggo Tampilkan Karya, Inovasi, dan Prestasi dalam Expo Madrasah Jawa Timur 2026

Ajang Bergengsi Kanwil Kemenag Jatim Menjadi Panggung Kolaborasi Madrasah Negeri untuk Meneguhkan Prestasi dan Inovasi Pendidikan Pajarakan — Semangat inovasi dan prestasi madras

01/09/2026 16:49 WIB - Administrator
730 LANGKAH, SATU SEMANGAT! - Jalan Sehat Ceria MTsN 2 Probolinggo Semarakkan Kebersamaan dan Kemerdekaan

Pajarakan — Pagi itu, Jumat, 28 Agustus 2026, suasana MTsN 2 Probolinggo tampak berbeda dari biasanya. Belum lama mentari menyinari halaman madrasah, ratusan peserta sudah berkum

28/08/2026 07:59 WIB - Administrator
RIUH KEMERDEKAAN DI MTsN 2 PROBOLINGGO: 28 KELAS BERTARUNG SERU, OSIM SATUKAN SEMANGAT DALAM GELORA HUT RI KE-81

Dari PBB Tutup Mata hingga Estafet Kecerdasan, Dua Hari Penuh Tawa, Sportivitas, dan Dukungan Fanatik Antarkelas Warnai Peringatan Kemerdekaan Pajarakan, 27/9/2026 — Semangat kem

27/08/2026 19:46 WIB - Administrator