Workshop “Mengubah Kata Menjadi Visual Melalui Cinematography” Bekali Siswa dengan Keterampilan Bercerita Lewat Kamera
Pajarakan — Kata tidak selalu harus berhenti sebagai tulisan. Di tangan kreator visual, sebuah kata dapat berubah menjadi gambar, adegan, suara, dan rangkaian cerita yang memiliki makna. Gagasan itulah yang menjadi benang merah Workshop Cinematography bertema “Mengubah Kata Menjadi Visual Melalui Cinematography” yang diikuti sejumlah siswa MTsN 2 Probolinggo di Aula Lantai 1 Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Astro Meter Institusi tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Hamid Wijaya dan Moh. Syaifullah. Workshop dirancang untuk memperkenalkan dunia sinematografi sekaligus membekali peserta dengan pemahaman dasar bagaimana sebuah gagasan dapat diterjemahkan menjadi karya visual.
Bagi siswa, sinematografi bukan hanya persoalan mengoperasikan kamera. Di dalamnya terdapat proses menyusun gagasan, menentukan sudut pandang, membangun komposisi gambar, mengatur alur cerita, memilih momen, hingga mengolah visual agar pesan dapat diterima penonton.
Ketika Cerita Berpindah ke Layar
Materi workshop mengajak peserta memahami hubungan antara ide, cerita, gambar, dan pesan. Sebuah cerita yang kuat membutuhkan konsep visual yang mampu menerjemahkan gagasan ke dalam bahasa gambar.
Peserta diperkenalkan pada berbagai aspek dasar sinematografi, mulai dari pengambilan gambar, komposisi, sudut kamera, pencahayaan, pergerakan kamera, hingga pentingnya kesinambungan antargambar.
Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya melihat kamera sebagai perangkat dokumentasi, tetapi sebagai alat untuk bercerita.
Pemateri pertama, Hamid Wijaya, memberikan perspektif mengenai bagaimana ide dapat dikembangkan menjadi konsep visual. Sementara Moh. Syaifullah membagikan pengetahuan dan pengalaman mengenai aspek teknis produksi video, sehingga peserta memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang proses kreatif di balik sebuah karya audiovisual.
Kepala Madrasah: Kreativitas Perlu Diberi Ruang
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., mengapresiasi pelaksanaan workshop yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal keterampilan kreatif di bidang audiovisual.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat kemampuan menghasilkan dan memahami konten visual semakin relevan bagi peserta didik.
“Siswa hari ini tumbuh di tengah lingkungan digital yang sangat dekat dengan gambar dan video. Karena itu, mereka perlu dibekali bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menghasilkan karya yang memiliki pesan, nilai, dan tanggung jawab,” ujar Ernawiyadi.
Ia menilai kegiatan seperti workshop sinematografi dapat memperluas ruang belajar siswa di luar pembelajaran reguler.
“Kreativitas harus diberi ruang. Melalui kegiatan seperti ini, siswa dapat belajar mengubah ide menjadi karya, bekerja secara kolaboratif, sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap pesan yang mereka sampaikan melalui media,” tambahnya.
Kesiswaan Dorong Siswa Jadi Kreator, Bukan Sekadar Penonton
Waka Bidang Kesiswaan Erma Yuli Astutik, S.Ag., M.Pd.I., melihat keterampilan sinematografi sebagai salah satu bentuk pengembangan minat dan bakat siswa yang relevan dengan perkembangan media digital.
Menurutnya, siswa memiliki peluang besar untuk mengembangkan kemampuan komunikasi melalui produksi karya audiovisual.
“Anak-anak tidak cukup hanya menjadi penonton konten digital. Mereka juga perlu belajar menjadi kreator yang mampu menyampaikan gagasan secara positif dan bertanggung jawab,” kata Erma.
Ia menambahkan, proses produksi film atau video juga melatih sejumlah keterampilan yang berguna dalam kehidupan siswa.
“Dalam satu karya audiovisual ada proses merancang ide, membagi tugas, bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan menghargai hasil kerja tim. Semua itu merupakan pengalaman belajar yang sangat berharga,” tuturnya.
Dari Kamera, Siswa Belajar Membaca Realitas
Sinematografi pada dasarnya merupakan bahasa visual. Sebuah sudut pengambilan gambar dapat memberikan penekanan berbeda. Komposisi dapat mengarahkan perhatian penonton. Pencahayaan dapat membangun suasana. Sementara rangkaian gambar dapat membentuk alur cerita.
Karena itu, workshop tidak hanya memperkenalkan aspek teknis kamera, tetapi juga mengajak siswa memahami cara melihat sebuah peristiwa.
Siswa belajar bahwa sebelum kamera merekam, seorang pembuat video harus terlebih dahulu menentukan apa yang ingin disampaikan.
Di sinilah tema “Mengubah Kata Menjadi Visual” menemukan relevansinya. Sebuah kalimat dapat menjadi ide. Ide berkembang menjadi konsep. Konsep diterjemahkan menjadi adegan. Adegan dirangkai menjadi cerita. Dan cerita akhirnya hadir dalam bentuk visual yang dapat dinikmati sekaligus dipahami penonton.
Bekal untuk Ekosistem Digital Madrasah
Kegiatan tersebut juga memiliki relevansi dengan kebutuhan publikasi dan dokumentasi di lingkungan madrasah. Kemampuan siswa dalam fotografi, videografi, dan sinematografi dapat menjadi bagian dari pengembangan ekosistem media kreatif yang mendukung berbagai aktivitas pendidikan.
Dengan keterampilan yang tepat, siswa dapat belajar mendokumentasikan kegiatan madrasah secara lebih terencana, membuat video edukasi, menghasilkan karya pendek, maupun mengembangkan konten kreatif yang sesuai dengan karakter dan nilai pendidikan.
Bagi MTsN 2 Probolinggo, workshop cinematography menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan teknologi, kreativitas, komunikasi, dan seni visual.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 1 Kampus 1 tersebut sekaligus memperluas pengalaman siswa dalam memahami bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk mengonsumsi informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menciptakan karya.
Dari sebuah kata, lahir sebuah gagasan. Dari gagasan, kamera mulai bekerja. Dan melalui rangkaian visual, sebuah cerita menemukan bentuknya.
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SISWI MTSN 2 PROBOLINGGO TEMBUS PODIUM SABRE PUTRI U14 PADA EAST JAVA OPEN CHAMPIONSHIP 2026 SERIES 2
Pajarakan — Satu lagi prestasi olahraga ditorehkan siswa MTsN 2 Probolinggo. Afika Vidi Safaniya, siswi kelas IX A, meraih medali perunggu pada nomor sabre putri U14 dalam ajang E
JUMAT LITERASI PKN: MEMBACA KONSTITUSI, MEMBANGUN KESADARAN KEWARGANEGARAAN
Siswa MTsN 2 Probolinggo Awali Pagi dengan Literasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pajarakan — Suasana pembelajaran di MTsN 2 Probolinggo dimulai dengan kegiatan Jumat
Tim BK MTsN 2 Probolinggo Bekali Siswa Kelas VII dengan Pemahaman Tata Tertib Madrasah
Pajarakan — Tim Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Probolinggo memberikan pembinaan tata tertib kepada seluruh siswa kelas VII di Mushalla Kampus 2 (Lokal Utara), Jumat (25/9/202
SUPERVISI TAHAP 2: MENAJAMKAN KUALITAS PEMBELAJARAN, MENGUATKAN REFLEKSI GURU
Pengawas Madrasah Bedah Proses Pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan IPS di MTsN 2 Probolinggo Pajarakan — Upaya menjaga kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah teru
MGMP TKA-AN 2027 KKM MTs Probolinggo 2 Mulai Langkah Strategis
Dari Pemetaan Materi hingga Analisis Try Out, Guru Dipersiapkan Menghadapi Asesmen Berbasis Kompetensi Pajarakan — Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen N
