• MTS NEGERI 2 PROBOLINGGO
  • MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

SUPERVISI TAHAP III PERTAJAM MUTU PEMBELAJARAN MTsN 2 PROBOLINGGO

Pengawas Madrasah Evaluasi Praktik Mengajar Guru Bahasa Indonesia, Penjasorkes, Informatika, Fiqih, dan IPS

Pajarakan — Upaya menjaga kualitas pembelajaran di MTsN 2 Probolinggo terus mendapat penguatan melalui supervisi akademik. Pengawas Madrasah Dra. Hj. Nur Syamsiah Rohweni, MM., dan Ismawati, M.Pd., melaksanakan Supervisi Pembelajaran dan Evaluasi Hasil Supervisi Tahap III kepada sejumlah guru MTsN 2 Probolinggo, Selasa (29/9/2026).

Supervisi menyasar guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Penjasorkes, Informatika, Fiqih, dan IPS. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pemantauan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran, dengan perhatian pada kualitas proses mengajar dan tindak lanjut yang diperlukan untuk memperkuat kompetensi guru.

Supervisi tidak berhenti pada pengamatan proses pembelajaran. Evaluasi hasil supervisi menjadi ruang bagi pengawas dan guru untuk melihat kembali pelaksanaan pembelajaran, mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat, serta merumuskan langkah perbaikan secara berkelanjutan.

Kepala MTsN 2 Probolinggo sekaligus Ketua KKM MTs Probolinggo 2, Ernawiyadi, S.Ag., menyambut supervisi tersebut sebagai bagian penting dari penguatan profesionalisme guru.

“Supervisi bukan sekadar melihat proses pembelajaran, tetapi menjadi ruang refleksi untuk memastikan pembelajaran terus bergerak menuju kualitas yang lebih baik. Masukan dari pengawas menjadi bahan penting bagi guru untuk memperbaiki dan mengembangkan praktik pembelajaran,” ujar Ernawiyadi.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan secara berkala membantu madrasah membangun budaya kerja yang terbuka terhadap masukan. Guru tidak hanya dituntut melaksanakan pembelajaran, tetapi juga mampu mengevaluasi prosesnya dan melakukan perbaikan berdasarkan kebutuhan siswa.

Dra. Hj. Nur Syamsiah Rohweni, MM., menjelaskan bahwa supervisi pembelajaran diarahkan untuk memberikan penguatan terhadap praktik profesional guru. Evaluasi menjadi bagian penting agar hasil pengamatan tidak berhenti sebagai catatan, melainkan dapat ditindaklanjuti dalam proses pembelajaran berikutnya.

“Supervisi kami arahkan sebagai proses pembinaan dan penguatan. Guru memiliki ruang untuk merefleksikan pembelajaran yang telah dilaksanakan, kemudian melihat bagian mana yang sudah berjalan dan aspek mana yang masih perlu dikembangkan,” ungkap Nur Syamsiah.

Ia menambahkan, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh bagaimana guru merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti proses pembelajaran secara konsisten.

Senada dengan itu, Ismawati, M.Pd., menekankan pentingnya tindak lanjut setelah supervisi. Menurutnya, hasil supervisi akan lebih bermakna apabila menjadi pijakan bagi guru untuk melakukan pengembangan pembelajaran secara nyata.

“Evaluasi memberikan gambaran tentang proses yang sudah dilakukan. Dari sana guru dapat menentukan langkah tindak lanjut yang sesuai sehingga supervisi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran,” kata Ismawati.

Supervisi tahap III tersebut juga memperkuat sinergi antara madrasah dan pengawas dalam menjaga mutu pendidikan. Kehadiran pengawas menjadi bagian dari mekanisme pembinaan profesional, sementara madrasah memperoleh masukan untuk memperkuat tata kelola pembelajaran.

Bagi MTsN 2 Probolinggo, supervisi akademik menjadi salah satu instrumen untuk memastikan proses pembelajaran terus berkembang. Penguatan kompetensi guru, refleksi terhadap praktik mengajar, serta tindak lanjut hasil evaluasi menjadi rangkaian yang saling terkait.

Dengan supervisi tahap III, madrasah kembali menegaskan komitmennya untuk membangun pembelajaran yang terukur, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Bukan sekadar memenuhi agenda evaluasi, tetapi menjadikan setiap hasil supervisi sebagai pijakan untuk menghadirkan proses belajar yang semakin efektif bagi siswa.

Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Afika dan Rayhan Terima Anugerah Prestasi OMI 2026, Siap Bawa Nama Madrasah ke Tingkat Jawa Timur

Pajarakan — Dua siswa MTsN 2 Probolinggo menerima Anugerah Prestasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Probolinggo, Senin (28/9/2026). Penghargaan tersebut

28/09/2026 10:32 WIB - Administrator
Workshop “Mengubah Kata Menjadi Visual Melalui Cinematography” Bekali Siswa dengan Keterampilan Bercerita Lewat Kamera

Pajarakan — Kata tidak selalu harus berhenti sebagai tulisan. Di tangan kreator visual, sebuah kata dapat berubah menjadi gambar, adegan, suara, dan rangkaian cerita yang memili

27/09/2026 19:00 WIB - Administrator
SISWI MTSN 2 PROBOLINGGO TEMBUS PODIUM SABRE PUTRI U14 PADA EAST JAVA OPEN CHAMPIONSHIP 2026 SERIES 2

Pajarakan — Satu lagi prestasi olahraga ditorehkan siswa MTsN 2 Probolinggo. Afika Vidi Safaniya, siswi kelas IX A, meraih medali perunggu pada nomor sabre putri U14 dalam ajang E

26/09/2026 06:41 WIB - Administrator
JUMAT LITERASI PKN: MEMBACA KONSTITUSI, MEMBANGUN KESADARAN KEWARGANEGARAAN

Siswa MTsN 2 Probolinggo Awali Pagi dengan Literasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pajarakan — Suasana pembelajaran di MTsN 2 Probolinggo dimulai dengan kegiatan Jumat

25/09/2026 07:48 WIB - Administrator
Tim BK MTsN 2 Probolinggo Bekali Siswa Kelas VII dengan Pemahaman Tata Tertib Madrasah

Pajarakan — Tim Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Probolinggo memberikan pembinaan tata tertib kepada seluruh siswa kelas VII di Mushalla Kampus 2 (Lokal Utara), Jumat (25/9/202

25/09/2026 07:41 WIB - Administrator