DETEKSI DINI, GENERASI SEHAT: PUSKESMAS PAJARAKAN GELAR SKRINING KESEHATAN MURID PUTRI KELAS VIII MTsN 2 PROBOLINGGO
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Kepedulian terhadap kesehatan remaja terus diperkuat melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan lembaga pendidikan. Tim kesehatan Puskesmas Pajarakan melaksanakan skrining kesehatan bagi murid putri kelas VIII MTsN 2 Probolinggo, Selasa (27/10/2026), bertempat di Aula Lantai 2 Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti murid putri dari kelas VIII A hingga VIII G. Pelaksanaan skrining menjadi bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan remaja sekaligus meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Kedatangan tim kesehatan Puskesmas Pajarakan disambut langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Okky Buyung Firmansyah, S.Pd., dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Erma Yuli Astutik, S.Ag., M.Pd.I. Kehadiran jajaran madrasah tersebut menegaskan dukungan lembaga terhadap kegiatan pelayanan kesehatan yang menyasar peserta didik.
Aula lantai 2 Kampus 1 menjadi pusat pelaksanaan pemeriksaan. Para murid mengikuti tahapan skrining sesuai arahan petugas kesehatan, dengan tetap memperhatikan ketertiban dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Deteksi Dini, Langkah Penting Menjaga Kesehatan Remaja
Masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan individu. Perubahan fisik, kebutuhan gizi, kebiasaan hidup, hingga kondisi kesehatan perlu mendapat perhatian agar peserta didik dapat menjalani aktivitas belajar secara optimal.
Melalui skrining kesehatan, kondisi tertentu dapat dikenali lebih awal sehingga peserta didik yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat memperoleh arahan sesuai kebutuhan. Kegiatan ini juga membuka ruang edukasi mengenai kebiasaan hidup sehat, kebersihan diri, dan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan.
Pelaksanaan skrining khusus bagi murid putri kelas VIII memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan remaja perempuan. Edukasi yang tepat diharapkan membantu mereka memahami perubahan tubuh selama masa pertumbuhan, menjaga kesehatan diri, serta membangun sikap yang positif terhadap pemeriksaan kesehatan.
Selain pemeriksaan, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa kesehatan merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Peserta didik membutuhkan kondisi fisik dan mental yang terjaga agar dapat mengikuti pembelajaran, mengembangkan potensi, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan madrasah.
Ernawiyadi: Kesehatan Menjadi Fondasi Tumbuhnya Prestasi
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menegaskan bahwa kesehatan peserta didik perlu mendapat perhatian seiring dengan upaya madrasah meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk karakter generasi muda.
“Kesehatan merupakan salah satu fondasi penting bagi keberhasilan belajar. Melalui skrining ini, kami berharap murid semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, mengenali kondisi dirinya, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh,” ungkapnya.
Menurutnya, kerja sama antara madrasah dan Puskesmas Pajarakan merupakan bentuk sinergi yang penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan warga madrasah.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pemeriksaan berkala, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran menjaga kesehatan perlu ditanamkan melalui edukasi, pendampingan, serta keterlibatan keluarga dan lingkungan sekolah.
Dengan demikian, murid diharapkan mampu menjalani kegiatan belajar dengan lebih baik sekaligus tumbuh menjadi generasi yang sehat, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Erma Yuli Astutik: Bangun Kesadaran Sehat Sejak Bangku Madrasah
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Erma Yuli Astutik, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa skrining kesehatan memiliki nilai edukatif yang penting bagi peserta didik, terutama dalam membangun kesadaran untuk memperhatikan kondisi tubuh dan menerapkan kebiasaan hidup sehat.
“Melalui kegiatan ini, murid diharapkan semakin peduli terhadap kesehatan diri dan tidak mengabaikan keluhan yang mereka rasakan. Kami ingin menumbuhkan pemahaman bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab pribadi yang perlu didukung oleh keluarga, madrasah, dan tenaga kesehatan,” tuturnya.
Erma menambahkan, keterlibatan murid putri kelas VIII dari rombongan belajar VIII A hingga VIII G menjadi kesempatan untuk memperkuat edukasi kesehatan remaja secara terarah. Informasi yang disampaikan oleh petugas kesehatan diharapkan dapat membantu murid memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, memperhatikan kebutuhan tubuh, dan mencari bantuan yang tepat ketika diperlukan.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan suasana pemeriksaan yang nyaman dan menghargai privasi peserta didik. Dengan pendampingan yang baik, kegiatan kesehatan di lingkungan madrasah diharapkan dapat berlangsung secara tertib sekaligus memberikan pengalaman positif bagi murid.
Sinergi Madrasah dan Puskesmas untuk Generasi Berkualitas
Pelaksanaan skrining kesehatan di MTsN 2 Probolinggo menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan. Madrasah berperan membangun kebiasaan serta lingkungan yang mendukung perilaku sehat, sedangkan tenaga kesehatan memberikan pemeriksaan, edukasi, dan arahan sesuai kewenangannya.
Sinergi ini menjadi semakin penting pada usia remaja, ketika peserta didik membutuhkan pendampingan untuk memahami perubahan fisik dan menjaga kesejahteraan diri. Melalui kegiatan yang terarah, kesadaran kesehatan diharapkan tumbuh bukan karena tuntutan sesaat, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup.
Bagi MTsN 2 Probolinggo, kegiatan ini melengkapi upaya membangun pendidikan yang memperhatikan keseimbangan antara pengetahuan, karakter, dan kesehatan peserta didik. Murid yang memahami pentingnya menjaga diri diharapkan lebih siap mengikuti pembelajaran dan mengembangkan potensi secara optimal.
Skrining kesehatan bersama Puskesmas Pajarakan pun membawa pesan yang jelas: mendeteksi lebih dini, memahami kondisi diri, dan membiasakan hidup sehat merupakan langkah penting untuk menyiapkan generasi madrasah yang tangguh dan berkualitas.
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout dan Desain: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer dan Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PERGAPANGGU VIII GUNCANG SEMANGAT PRAMUKA DI PAJARAKAN: 330 PESERTA DARI ENAM SEKOLAH BERSATU DALAM KEMAH PERSAUDARAAN
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persaudaraan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan menyatu di halaman Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo saat Perkemahan Gabungan Pangkalan dan Gugus Depa
JUM’AT BERSIH MTsN 2 PROBOLINGGO: DARI RUANG KELAS MENUJU MADRASAH ASRI, BERSIH, DAN BERKARAKTER
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Menjaga kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang harus tumbuh melalui kebiasaan nyata. Semangat itulah yang mewa
GEMA SHALAWAT, SEMAI PRESTASI: MTsN 2 PROBOLINGGO PERINGATI HARI SANTRI 2026 DENGAN PENUH KHIDMAT
PAJARAKAN — Lantunan shalawat menggema dari Mushalla Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo, Kamis (22/10/2026), dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Usai pelaksanaan upacar
HARMONI SUARA SANTRI DI ALUN-ALUN KRAKSAAN: PADUAN SUARA MTsN 2 PROBOLINGGO TAMPIL MEMUKAU PADA HARI SANTRI 2026
KRAKSAAN – Harmoni suara yang berpadu dengan semangat kesantrian mewarnai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Kota Kraksaan, Kamis (22/10/2026). Tim Paduan S
SATUKAN BARISAN, KOKOHKAN KEIMANAN: MTsN 2 PROBOLINGGO DAN MAN 2 PROBOLINGGO GELAR UPACARA HARI SANTRI 2026 TERPADU
KRAKSAAN — Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kepesantrenan menyatu dalam pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional 2026 yang digelar secara terpadu oleh MTsN 2 Probolinggo dan M
