Dari Lereng Impian Menuju Jambore Nasional: Ketekunan Pramuka Madahesa yang Membawa Nama Pajarakan ke Cibubur
Dari Lereng Impian Menuju Jambore Nasional: Ketekunan Pramuka Madahesa yang Membawa Nama Pajarakan ke Cibubur
PROBOLINGGO – Usianya baru 14 tahun, tetapi langkahnya telah membawanya menuju panggung nasional. Arfachshyad Faringga Ragatantra, siswa kelas 9A MTsN 2 Probolinggo, menjadi salah satu representasi generasi muda Madahesa yang berhasil menembus seleksi Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026.
Lahir di Pasuruan, 20 Mei 2012, Arfachshyad tumbuh sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Ia berasal dari keluarga sederhana yang memberikan dukungan terhadap perjalanan pendidikannya. Sang ibu berprofesi sebagai bidan, sementara ayahnya bekerja sebagai wiraswasta.
Di balik sosoknya yang aktif sebagai anggota Pramuka Madahesa, tersimpan karakter seorang anak yang menyukai tantangan. Salah satu kegemarannya adalah mendaki, aktivitas yang selaras dengan semangat petualangan dan kecintaan terhadap alam yang menjadi bagian dari dunia kepramukaan.
Dari Alassapi Menuju Panggung Nasional
Arfachshyad berasal dari Dusun Krajan RT 1 RW 1, Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.
Perjalanan menuju Jambore Nasional bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Ia harus melewati serangkaian seleksi yang cukup ketat dan menguji berbagai kemampuan.
Tahap pertama dilakukan di tingkat Kwartir Ranting (Kwarran). Dalam proses tersebut, peserta mengikuti empat tahapan seleksi, yakni IT, seni budaya, teknik kepramukaan (tekpram), dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Seleksi kemudian berlanjut pada tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) dengan empat bidang pengujian yang sama.
Setiap tahapan menjadi ruang untuk membuktikan kemampuan, kesiapan mental, keterampilan, serta kedisiplinan.
Bagi Arfachshyad, proses tersebut bukan sekadar ujian untuk mendapatkan tiket menuju Jambore Nasional. Lebih dari itu, seleksi menjadi pengalaman yang mengajarkannya untuk berani menghadapi tantangan dan memberikan kemampuan terbaik.
Empat Bidang, Empat Tantangan
Kemampuan teknologi informasi, seni budaya, teknik kepramukaan, dan PBB menuntut peserta memiliki kompetensi yang beragam.
Tidak cukup hanya terampil secara fisik. Seorang Pramuka dituntut mampu beradaptasi, memahami teknologi, memiliki kreativitas, menguasai keterampilan kepramukaan, sekaligus memiliki kedisiplinan dan ketepatan dalam baris-berbaris.
Arfachshyad mampu melewati tahapan tersebut hingga akhirnya terpilih sebagai peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Keberhasilan itu sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas ekstrakurikuler dapat menjadi ruang penting bagi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi di luar pembelajaran akademik.
Madahesa, Tempat Tumbuh dan Berproses
Di MTsN 2 Probolinggo, Arfachshyad aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Madahesa.
Lingkungan tersebut menjadi salah satu ruang baginya untuk belajar tentang organisasi, kebersamaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta keterampilan kepramukaan.
Bagi Arfachshyad, Pramuka bukan hanya tentang kegiatan di lapangan. Ada pengalaman yang membentuk cara berpikir dan sikap dalam menghadapi berbagai situasi.
Kegiatan yang dijalani bersama teman-temannya juga mengajarkan arti kekompakan. Dalam sebuah regu, setiap anggota memiliki peran dan harus mampu saling mendukung.
Nilai itulah yang kemudian menjadi bekal penting ketika ia mengikuti seleksi menuju Jambore Nasional.
Hobi Mendaki, Menyukai Tantangan Alam
Di luar aktivitas sekolah dan Pramuka, mendaki menjadi salah satu hobi Arfachshyad.
Kecintaannya terhadap aktivitas tersebut sejalan dengan karakter kepramukaan yang dekat dengan alam dan petualangan. Mendaki bukan sekadar perjalanan menuju tempat yang lebih tinggi, tetapi juga mengajarkan persiapan, ketahanan, kehati-hatian, dan kemampuan menikmati proses.
Bagi seorang Pramuka, alam dapat menjadi ruang belajar yang luas.
Di sana seseorang belajar bahwa setiap perjalanan memiliki tantangan dan setiap tantangan membutuhkan persiapan.
Karakter seperti itulah yang juga dibutuhkan ketika mengikuti kegiatan berskala nasional.
Dari Seleksi hingga Jambore Nasional
Terpilihnya Arfachshyad sebagai peserta Jambore Nasional menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan, bukan hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi MTsN 2 Probolinggo serta Kwarran Pajarakan yang diwakilinya.
Perjalanan panjang dari seleksi tingkat ranting hingga cabang menjadi bukti bahwa kesempatan besar selalu membutuhkan proses.
Ada latihan yang harus dijalani.
Ada kemampuan yang harus diasah.
Ada keberanian yang harus dibangun.
Dan ada mental yang harus dipersiapkan.
Arfachshyad membuktikannya dengan melewati setiap tahapan hingga mendapatkan kepercayaan untuk membawa nama daerah dan madrasah dalam ajang nasional.
Remaja dengan Selera Sederhana
Di balik berbagai aktivitas dan pencapaiannya, Arfachshyad ternyata memiliki kesukaan yang sederhana: abon sapi.
Kesukaan kecil tersebut menjadi sisi personal yang membuat sosoknya tidak hanya dikenal sebagai peserta Jambore Nasional, tetapi juga sebagai seorang remaja dengan keseharian dan kesukaan yang sederhana.
Di satu sisi ia harus serius menjalani latihan dan seleksi. Di sisi lain, ia tetap menjadi remaja yang menikmati hobi dan makanan favoritnya.
Perpaduan tersebut menggambarkan bahwa perjalanan menuju prestasi tidak harus menghilangkan keceriaan masa remaja.
Profil Singkat
| Identitas | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Arfachshyad Faringga Ragatantra |
| Kelas | 9A |
| Sekolah | MTsN 2 Probolinggo |
| Usia | 14 tahun |
| Tempat, Tanggal Lahir | Pasuruan, 20 Mei 2012 |
| Asal | Alassapi, Banyuanyar, Probolinggo |
| Anak ke- | 2 dari 3 bersaudara |
| Ibu | Bidan |
| Ayah | Wiraswasta |
| Ekstrakurikuler | Madahesa |
| Hobi | Mendaki |
| Kesukaan | Abon sapi |
| Pencapaian | Peserta Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026 |
| Tahapan Seleksi | Kwarran dan Kwarcab: IT, Seni Budaya, Tekpram, dan PBB |
Dari Madahesa untuk Indonesia
Kisah Arfachshyad adalah cerita tentang proses.
Seorang anak dari Alassapi, Banyuanyar, menapaki jalan pendidikan di MTsN 2 Probolinggo, aktif dalam Madahesa, melewati seleksi demi seleksi, kemudian mendapatkan kesempatan tampil di panggung kepramukaan nasional.
Perjalanannya memberikan pesan sederhana kepada teman-temannya:
Prestasi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang ia bermula dari keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk berlatih, dan ketekunan untuk tidak berhenti ketika tantangan datang.
Kini, Arfachshyad membawa lebih dari sekadar seragam Pramuka.
Ia membawa nama MTsN 2 Probolinggo, Kwarran Pajarakan, keluarga, dan daerah asalnya.
Dari sebuah desa di Kabupaten Probolinggo, langkah kecil itu bergerak menuju Cibubur.
Dan di sana, seorang Pramuka Madahesa akan menuliskan bab baru dalam perjalanan hidupnya:
belajar lebih jauh, bertualang lebih luas, dan pulang membawa pengalaman untuk menginspirasi generasi berikutnya.
REDAKSI
Penulis : Juarnis Retno W.
Editor : Yudi Setiawan
Layout & Design : Ihya’ulumuddin
Publisher : Andri Yodha & Okky Buyung Firmansyah
Fotografer : Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor : Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MTsN 2 Probolinggo Berikan Penghargaan kepada Polsek Pajarakan atas Dukungan dan Pembinaan Gerak Jalan
PAJARAKAN – Sebuah prestasi sering kali lahir bukan hanya dari kerja keras para peserta, tetapi juga dari tangan-tangan yang dengan tulus memberikan waktu, tenaga, bimbingan, dan
Sepuluh Anggota Elit Pramuka MTsN 2 Probolinggo Hadir Bersama Waka Humas dalam Upacara Hari Pramuka ke-65 di SMPN 2 Pajarakan
PAJARAKAN – Semangat persaudaraan dan kolaborasi antarsatuan pendidikan mewarnai peringatan Hari Pramuka ke-65 di wilayah Pajarakan. Untuk pertama kalinya, SMPN 2 Pajarakan mengun
MTsN 2 dan MAN 2 Probolinggo Gelar Upacara Gabungan Hari Pramuka ke-65, Edisi Perdana Penuh Makna dan Semangat Persaudaraan
PROBOLINGGO – Pemandangan berbeda tersaji di halaman MAN 2 Probolinggo, Jumat (14/8/2026). Dua lembaga pendidikan madrasah, MTsN 2 Probolinggo dan MAN 2 Probolinggo, untuk pertama
245 Siswa MTsN 2 Probolinggo Ikuti Sosialisasi Ganesha Operation, Bangun Kesadaran Belajar dan Persiapan Prestasi Sejak Dini
PROBOLINGGO – Sebanyak 245 peserta didik kelas VII MTsN 2 Probolinggo mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation pada Rab
Regu 3 Putri Sabet Juara I, Regu 3 Putra Raih Juara Harapan I pada Lomba Gerak Jalan PHBN HUT Ke-81 RI Kecamatan Pajarakan
PAJARAKAN – Derap langkah yang berpadu dengan disiplin, kekompakan, dan semangat juang akhirnya berbuah manis. MTsN 2 Probolinggo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam L
