• MTS NEGERI 2 PROBOLINGGO
  • MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

JUMAT GO GREEN : MTsN 2 Probolinggo Gerakkan 750 Warga Madrasah, Wujudkan Lingkungan Hijau dan Asri

Pajarakan, 11 September 2026 — Jumat pagi di MTs Negeri 2 Probolinggo tampil dengan wajah berbeda. Area taman dan ruang-ruang kelas di setiap sudut madrasah dipenuhi aktivitas warga madrasah yang bergerak bersama dalam sebuah ikhtiar sederhana namun sarat makna: menjaga dan merawat lingkungan.

Melalui kegiatan “Jumat Go Green” yang dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, MTsN 2 Probolinggo menggerakkan sekitar 750 peserta yang terdiri atas peserta didik kelas VII, VIII, dan IX, guru, serta wali kelas yang berperan sebagai pendamping akademik.

Kegiatan yang dipusatkan di area taman dan kelas masing-masing tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah menuju lingkungan pendidikan yang semakin hijau, bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, Jumat Go Green dirancang sebagai gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.

DARI KEBIASAAN KECIL MENUJU MADRASAH HIJAU

Sejak pagi, para peserta didik bersama guru dan pendamping akademik melakukan berbagai aktivitas kepedulian lingkungan di area yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Taman dirawat, lingkungan kelas ditata, serta berbagai sudut madrasah diperhatikan agar tetap bersih dan nyaman.

Aktivitas tersebut menghadirkan suasana gotong royong yang kuat. Guru tidak hanya hadir sebagai pengarah, tetapi turut menjadi bagian dari gerakan bersama. Peserta didik pun mendapatkan pengalaman langsung bahwa lingkungan yang nyaman tidak hadir dengan sendirinya, melainkan membutuhkan kepedulian dan konsistensi.

Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menegaskan bahwa gerakan penghijauan harus dibangun melalui pembiasaan.

“Madrasah hijau tidak cukup hanya dengan menanam dan menghijaukan lingkungan. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran seluruh warga madrasah untuk mencintai, merawat, dan menjaga lingkungan secara konsisten. Jumat Go Green ini merupakan bagian dari pembiasaan tersebut,” ujar Ernawiyadi.

Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Ketika peserta didik dibiasakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, nilai tanggung jawab akan tumbuh melalui pengalaman sehari-hari.

“Kita ingin anak-anak tidak hanya belajar tentang lingkungan di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Dari kebiasaan sederhana seperti merawat taman, menjaga kebersihan kelas, dan membuang sampah pada tempatnya, kita menanamkan karakter peduli lingkungan,” tambahnya.

ERMA: GO GREEN ADALAH GERAKAN BERSAMA

Sementara itu, Erma Yuli Astutik, S.Ag., M.Pd.I., menilai kegiatan Jumat Go Green menjadi sarana penting untuk membangun budaya gotong royong sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah.

Menurutnya, ketika seluruh unsur madrasah terlibat, gerakan menjaga lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tugas kelompok tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

“Jumat Go Green kami dorong sebagai gerakan bersama. Anak-anak, guru, dan wali kelas memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, hijau, dan nyaman. Ketika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, kegiatan ini akan menjadi budaya positif,” ungkapnya.

Erma juga menekankan bahwa pendampingan wali kelas menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

“Wali kelas bukan hanya mendampingi kegiatan, tetapi juga menjadi penguat pembiasaan. Harapannya, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada Jumat Go Green, tetapi menjadi perilaku sehari-hari di kelas maupun di lingkungan madrasah,” tuturnya.

SITI ANISAH: HIJAU BUKAN SEKADAR WARNA

Sebagai Koordinator Kegiatan, Siti Anisah, S.Pd., mengatakan bahwa Jumat Go Green dirancang untuk membangun kesadaran kolektif warga madrasah terhadap pentingnya lingkungan yang sehat dan asri.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengarahkan MTsN 2 Probolinggo menuju madrasah hijau. Namun, madrasah hijau bukan sekadar tentang banyaknya tanaman atau hijaunya taman. Di dalamnya ada kesadaran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kebiasaan untuk menjaga lingkungan,” jelasnya.

Ia berharap keterlibatan sekitar 750 warga madrasah dapat menjadi energi positif yang terus berkembang.

“Kami ingin setiap peserta didik memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan kelas dan madrasahnya. Kalau setiap orang menjaga satu bagian kecil dari lingkungan, maka secara bersama-sama kita akan menghasilkan perubahan yang besar,” ujarnya.

750 LANGKAH, SATU KOMITMEN

Melibatkan sekitar 750 warga madrasah, Jumat Go Green menjadi gambaran nyata bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari sebuah gerakan sederhana yang dilakukan secara kolektif.

Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX bergerak bersama dalam ruang masing-masing. Guru dan wali kelas hadir sebagai pendamping sekaligus teladan. Taman menjadi ruang pembelajaran terbuka, sementara kelas menjadi tempat untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan tertib.

Di balik kegiatan tersebut tersimpan pesan pendidikan yang lebih luas: merawat lingkungan berarti merawat kehidupan.

Madrasah yang hijau bukan hanya sedap dipandang. Lingkungan yang tertata dan asri juga menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman, sekaligus menjadi laboratorium kehidupan bagi peserta didik untuk belajar tentang tanggung jawab, kepedulian, disiplin, dan gotong royong.

Jumat Go Green akhirnya bukan sekadar agenda mingguan. Ia adalah langkah kecil menuju visi yang lebih besar—membangun MTsN 2 Probolinggo sebagai madrasah yang semakin hijau, sehat, bersih, nyaman, dan berbudaya lingkungan.

Sebab, pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberi keteduhan esok pagi. Namun, dari tangan-tangan yang mau menanam dan merawatnya, tumbuh sebuah harapan: generasi yang tidak hanya cerdas membaca masa depan, tetapi juga peduli menjaga bumi tempat masa depan itu akan tumbuh.

Jumat Go Green — satu gerakan, satu kepedulian, menuju madrasah hijau yang berkelanjutan.


KREDITASI

Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MTsN 2 Probolinggo Jalani Supervisi Pembelajaran dan Administrasi, Teguhkan Komitmen pada Pendidikan Berkualitas

MTsN 2 Probolinggo Jalani Supervisi Pembelajaran dan Administrasi, Teguhkan Komitmen pada Pendidikan Berkualitas Pajarakan, 11 September 2026 — Ruang kelas kembali menjadi pusat

11/09/2026 13:13 WIB - Administrator
MTsN 2 Probolinggo Jadi Tuan Rumah RAKOREV MTs Negeri Se-Wilker Malang, Perkuat Sinergi dan Evaluasi Pengelolaan Madrasah

Pajarakan, 10 September 2026 — Aula lantai 2 MTs Negeri 2 Probolinggo menjadi ruang pertemuan strategis bagi para pemimpin madrasah pada Kamis, 10 September 2026. MTsN 2 Proboling

10/09/2026 10:03 WIB - Administrator
MTsN 2 Probolinggo Terima Trophy Juara LBB pada Penutupan PHBN Kecamatan Pajarakan 2026

PAJARAKAN, 9 September 2026 — Semangat disiplin, kekompakan, dan ketangguhan kembali mengantarkan MTs Negeri 2 Probolinggo menorehkan prestasi membanggakan. Madrasah yang dikenal

09/09/2026 10:08 WIB - Administrator
MTsN 2 Probolinggo Sambut Mahasiswa PLP UIN KHAS Jember, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pengalaman Lapangan

PAJARAKAN, 9 September 2026  — Sebanyak sembilan mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi diteri

09/09/2026 09:35 WIB - Administrator
MTsN 2 Probolinggo Hadiri Penutupan PHBN Kecamatan Pajarakan dan Peringatan Maulid Nabi 1448 H

Meneguhkan silaturahmi, merawat semangat kebangsaan, dan menyatukan nilai keagamaan dalam bingkai kebersamaan PAJARAKAN — Semangat kebangsaan dan nuansa religius akan berpadu dal

09/09/2026 09:28 WIB - Administrator