• MTS NEGERI 2 PROBOLINGGO
  • MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

SUPERVISI TAHAP 2: MENAJAMKAN KUALITAS PEMBELAJARAN, MENGUATKAN REFLEKSI GURU

Pengawas Madrasah Bedah Proses Pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan IPS di MTsN 2 Probolinggo

Pajarakan — Upaya menjaga kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah terus diperkuat melalui supervisi yang terarah dan berkelanjutan. MTsN 2 Probolinggo kembali menjadi ruang refleksi akademik ketika Pengawas Madrasah Dra. Hj. Nur Syamsiah Rohweni, MM., dan Ismawati, M.Pd., melaksanakan Supervisi Pembelajaran sekaligus Evaluasi Hasil Supervisi Tahap 2, Rabu (23/9/2026).

Supervisi kali ini menyasar pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kehadiran pengawas tidak sekadar untuk melihat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya evaluasi, refleksi, dan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi guru untuk melihat kembali praktik pembelajaran yang telah dilakukan, mengidentifikasi aspek yang sudah berjalan baik, sekaligus menemukan ruang pengembangan yang dapat ditindaklanjuti.

Supervisi Bukan Sekadar Penilaian

Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menyambut pelaksanaan supervisi sebagai bagian penting dalam menjaga mutu pembelajaran.

Menurutnya, supervisi harus dipahami sebagai proses pendampingan profesional yang memberikan ruang bagi guru untuk berkembang.

“Supervisi bukan semata-mata mencari kekurangan guru, tetapi menjadi ruang untuk melihat proses pembelajaran secara objektif. Dari sana kita dapat mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperkuat,” ungkap Ernawiyadi.

Ia menambahkan, evaluasi tahap kedua menjadi penting karena memberikan kesempatan kepada guru untuk melihat perkembangan setelah pelaksanaan supervisi sebelumnya.

“Tahap kedua ini menjadi momentum untuk melihat tindak lanjut. Kita ingin setiap masukan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam perbaikan pembelajaran di kelas,” lanjutnya.

Bagi madrasah, kata Ernawiyadi, peningkatan kualitas guru merupakan investasi utama dalam membangun kualitas peserta didik.

Pengawas Hadir Membaca Proses, Bukan Sekadar Hasil

Dalam pelaksanaan supervisi, Dra. Hj. Nur Syamsiah Rohweni, MM., memberikan perhatian pada proses pembelajaran secara menyeluruh.

Mulai dari kesiapan guru, perencanaan pembelajaran, penyampaian materi, strategi pedagogis, keterlibatan peserta didik, penggunaan media, hingga proses evaluasi menjadi bagian yang dapat diamati dan direfleksikan.

Menurut Nur Syamsiah, supervisi harus mampu menghasilkan umpan balik yang konstruktif bagi guru.

“Guru membutuhkan ruang untuk mendapatkan umpan balik yang objektif. Supervisi menjadi sarana untuk melihat pembelajaran dari perspektif yang lebih luas, sehingga guru dapat mengetahui bagian yang perlu dipertahankan dan bagian yang perlu dikembangkan,” jelasnya.

Ia menilai proses evaluasi tahap kedua memiliki arti penting karena kualitas pembelajaran tidak dapat diukur hanya dari satu kali pengamatan.

“Kita ingin melihat adanya proses. Ada refleksi, ada perbaikan, kemudian ada perkembangan. Itulah yang membuat supervisi menjadi bagian dari peningkatan mutu, bukan sekadar kegiatan administratif,” tambahnya.

Dari Kelas, Terlihat Kualitas Pembelajaran

Sementara itu, Ismawati, M.Pd., menekankan pentingnya pembelajaran yang mampu menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif.

Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga perlu menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa untuk bertanya, berpikir, berdiskusi, mengolah informasi, dan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata.

“Pembelajaran yang berkualitas bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang tersampaikan. Yang lebih penting adalah bagaimana siswa terlibat dan memahami apa yang dipelajari,” tutur Ismawati.

Menurutnya, guru perlu terus mengembangkan strategi pembelajaran sesuai karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Hal tersebut menjadi semakin penting dalam pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan IPS, yang memiliki karakteristik berbeda tetapi sama-sama membutuhkan keterlibatan aktif siswa.

Bahasa tidak cukup dipelajari melalui hafalan. Bahasa membutuhkan praktik, komunikasi, pemahaman konteks, serta keberanian menggunakan kosakata dan struktur bahasa dalam situasi yang bermakna.

Sementara pembelajaran IPS membutuhkan kemampuan memahami fenomena, menghubungkan fakta, membaca konteks sosial, serta membangun kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Tiga Mata Pelajaran, Satu Semangat Perbaikan

Supervisi tahap kedua tersebut menjadi bagian dari rangkaian evaluasi pembelajaran yang diarahkan untuk memastikan bahwa proses belajar di MTsN 2 Probolinggo terus bergerak menuju kualitas yang lebih baik.

Guru Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan IPS mendapatkan ruang untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Catatan dan masukan dari pengawas menjadi bahan penting untuk menyusun langkah perbaikan berikutnya.

Di sinilah supervisi menemukan maknanya: bukan sebagai akhir dari sebuah penilaian, tetapi sebagai awal dari perbaikan.

Kepala Madrasah Ernawiyadi menegaskan bahwa budaya evaluasi harus terus dibangun secara sehat di lingkungan madrasah.

“Kita ingin guru merasa bahwa supervisi adalah bagian dari proses profesional mereka. Tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang menegangkan. Justru dari supervisi kita mendapatkan cermin untuk melihat kualitas pembelajaran kita sendiri,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat budaya kerja yang terbuka terhadap evaluasi dan perubahan.

Refleksi Menuju Pembelajaran yang Lebih Bermakna

Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran dan Evaluasi Hasil Supervisi Tahap 2 pada akhirnya menjadi bagian dari ikhtiar MTsN 2 Probolinggo untuk menjaga mutu pembelajaran secara konsisten.

Supervisi menghadirkan tiga kata kunci yang saling berkaitan: observasi, refleksi, dan perbaikan.

Observasi membantu melihat realitas pembelajaran. Refleksi membantu memahami apa yang telah dilakukan. Sedangkan tindak lanjut menjadi jalan untuk memperbaiki dan mengembangkan praktik pembelajaran.

Dengan pendekatan tersebut, guru tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi terus bergerak menjadi pendidik yang reflektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Dari ruang-ruang kelas MTsN 2 Probolinggo, proses itu terus berlangsung.

Satu supervisi melahirkan satu refleksi. Satu refleksi membuka ruang perbaikan. Dan dari perbaikan yang dilakukan secara konsisten, kualitas pembelajaran tumbuh menjadi budaya.


Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MGMP TKA-AN 2027 KKM MTs Probolinggo 2 Mulai Langkah Strategis

Dari Pemetaan Materi hingga Analisis Try Out, Guru Dipersiapkan Menghadapi Asesmen Berbasis Kompetensi Pajarakan — Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen N

23/09/2026 10:56 WIB - Administrator
SATUKAN LANGKAH, KKM MTs PROBOLINGGO 2 MATANGKAN AGENDA PRESTASI DAN ASESMEN 2027

Kepala MTs Se-KKM Probolinggo 2 Berkumpul di MTsN 2 Probolinggo, Evaluasi Porseni hingga Persiapan Porseni Provinsi dan TKA-AN Tahun 2027 PAJARAKAN — Langkah bersama untuk memper

23/09/2026 10:02 WIB - Administrator
Usai Skrining Kesehatan, Sembilan Kelas Siswa Kelas VII MTsN 2 Probolinggo Ikuti Sosialisasi di Mushalla Kampus 2

PAJARAKAN — Upaya membangun generasi muda yang sehat tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatan juga perlu ditanamkan sejak bangk

21/09/2026 12:01 WIB - Administrator
SEHAT SEJAK DINI, PUSKESMAS PAJARAKAN SKRINING KESEHATAN SISWA KELAS VII

Sembilan Kelas Ikuti Pemeriksaan Kesehatan, MTsN 2 Probolinggo Perkuat Komitmen Membangun Generasi Sehat dan Siap Belajar PAJARAKAN — Kesehatan menjadi salah satu fondasi penting

21/09/2026 11:29 WIB - Administrator
DEWI KUSUMA WARDANI UKIR PRESTASI GEMILANG, JUARA 1 OLIMPIADE SAINS JAWA TIMUR

Tampil di The Winner Season 9, Siswi MTsN 2 Probolinggo Buktikan Ketekunan Melahirkan Prestasi PAJARAKAN — Gemerlap prestasi kembali menerangi perjalanan akademik MTsN 2 Probolin

21/09/2026 09:20 WIB - Administrator