TIGA PASLON, SATU PANGGUNG DEMOKRASI
MTsN 2 Probolinggo Siapkan Pemilihan Ketua OSIM 2026–2027
Pajarakan — Atmosfer demokrasi mulai terasa di lingkungan MTsN 2 Probolinggo. Tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Madrasah (OSIM) siap mengikuti pemilihan untuk periode kepengurusan 2026–2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Ketiga pasangan tersebut membawa gagasan dan jargon masing-masing sebagai bagian dari upaya meraih kepercayaan peserta didik. Tahapan kampanye menjadi ruang bagi para kandidat untuk memperkenalkan visi, menyampaikan gagasan, sekaligus membangun komunikasi dengan warga madrasah.
Kompetisi berlangsung dalam satu panggung demokrasi dengan semangat sportivitas. Para siswa tidak hanya diposisikan sebagai pemilih, tetapi juga mendapat pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah proses pemilihan berlangsung secara tertib, terbuka, dan bertanggung jawab.
TIGA PASANGAN, TIGA JARGON
Pasangan calon nomor urut 1 terdiri atas Qonita Kanalia Alsabila, siswa kelas VIII D, sebagai calon Ketua, berpasangan dengan Kanisya Azqiara Zharifa, siswa kelas VII C, sebagai calon Wakil Ketua.
Paslon 1 mengusung jargon:
“Bersama, kita wujudkan OSIM yang lebih maju dan membawa perubahan positif.”
Pasangan nomor urut 2 mempertemukan Muhammad Rafa Fauzan dari kelas VIII F sebagai calon Ketua dengan Malaeka Qisya Putri Amin dari kelas VII A sebagai calon Wakil Ketua.
Mereka membawa semangat kampanye melalui jargon:
“DUA LANGKAH, SERIBU AKSI, BERSAMA KITA PASTI BERAKSI.”
Sementara itu, pasangan nomor urut 3 diisi Gofar Maulana Maherzen dari kelas VIII B sebagai calon Ketua dan Khansa Hana Mahirah dari kelas VII B sebagai calon Wakil Ketua.
Jargon yang diusung:
“SATU VISI, TIGA AKSI BERSAMA PASLON 3 KITA BERAKSI.”
Ketiga pasangan mendapat kesempatan melakukan kampanye untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan arah gerak yang ingin mereka bawa apabila memperoleh amanah memimpin OSIM. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pemungutan suara dilaksanakan.
BELAJAR DEMOKRASI DARI LINGKUNGAN MADRASAH
Bagi MTsN 2 Probolinggo, pemilihan Ketua OSIM bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi siswa. Agenda tersebut dirancang sebagai praktik nyata pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN), terutama dalam mengenalkan proses demokrasi kepada peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengenai pencalonan, penyampaian gagasan, kampanye, penggunaan hak suara, hingga menerima hasil pemilihan. Nilai kejujuran, keadilan, keterbukaan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap pilihan orang lain menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang berlangsung secara langsung.
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., mengatakan proses pemilihan OSIM merupakan kesempatan bagi madrasah untuk menghadirkan pendidikan demokrasi dalam bentuk pengalaman konkret.
“Demokrasi tidak cukup dipahami melalui teori. Siswa perlu mendapatkan pengalaman bagaimana menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pilihan, mengikuti aturan, dan menerima hasil sebuah proses secara bertanggung jawab. Pemilihan OSIM menjadi ruang yang sangat baik untuk menanamkan nilai tersebut,” ujar Ernawiyadi.
Ia berharap seluruh pasangan calon dapat menjadikan masa kampanye sebagai sarana menyampaikan gagasan secara santun dan membangun, sementara para pemilih menggunakan haknya dengan pertimbangan yang bertanggung jawab.
KAMPANYE BUKAN SEKADAR MENCARI SUARA
Waka Bidang Kesiswaan Erma Yuli Astutik, M.Pd.I., menempatkan tahapan kampanye sebagai bagian dari pembentukan kepemimpinan siswa. Menurutnya, setiap kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk memperkenalkan diri dan menawarkan gagasan kepada pemilih.
“Yang paling penting bukan sekadar siapa yang mendapatkan suara terbanyak, tetapi bagaimana seluruh proses ini mampu membentuk pengalaman kepemimpinan bagi siswa. Mereka belajar berbicara, bekerja sama, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan dan keputusan bersama,” tutur Erma.
Pembina OSIM Indah Permata Sari, S.Pd., menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam seluruh tahapan pemilihan menjadi sarana untuk melatih keberanian sekaligus kedewasaan dalam berorganisasi.
“Kami memberikan ruang kepada setiap pasangan untuk menyampaikan gagasan dan membangun komunikasi dengan warga madrasah. Harapannya, kampanye berlangsung sehat, santun, transparan, serta tetap menjunjung nilai persaudaraan antarsiswa,” kata Indah.
Menurutnya, OSIM merupakan salah satu wadah strategis bagi peserta didik untuk belajar mengelola kegiatan, membangun kolaborasi, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab organisasi.
MENANTI SUARA WARGA MADRASAH
Menjelang hari pemilihan, ketiga pasangan calon terus memperkenalkan gagasan masing-masing kepada warga madrasah. Perbedaan jargon dan pendekatan kampanye menjadi warna tersendiri dalam pesta demokrasi siswa tahun ini.
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, seluruh rangkaian tersebut akan bermuara pada proses pemungutan suara. Setiap peserta didik memiliki kesempatan menggunakan hak pilihnya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan madrasah.
Dari ruang kelas hingga lingkungan organisasi, proses ini menjadi pelajaran bahwa demokrasi tidak berhenti pada mencoblos atau memilih. Ada proses mendengar, mempertimbangkan, menentukan pilihan, menghormati keputusan bersama, dan menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas madrasah.
Pemilihan Ketua OSIM 2026–2027 pun menjadi bagian dari ikhtiar MTsN 2 Probolinggo menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga tumbuh melalui pengalaman nyata kehidupan bermadrasah.
Penulis : Juarnis Retno W
Editor : Yudi Setiawan
Layout dan Design : ihya’ulumuddin
Publisher : Andri Yodha & Okky Buyung F
Fotografer : Indah, Mauidzatul H.
Videografer dan editor : Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
AKGTK 2026: MTsN 2 Probolinggo Perkuat Kompetensi GTK, Kepala Madrasah hingga Tenaga Kependidikan Ikuti Asesmen Kemenag
Berlangsung 5–8 Oktober, Asesmen Digelar Daring dengan Sistem Terproteksi untuk Memotret Kompetensi dan Profesionalitas SDM Madrasah Pajarakan — Penguatan kualitas sumber d
MAULIDA ALFIANA RIZKY KEMBALI NAIK PODIUM, MTsN 2 PROBOLINGGO RAIH JUARA 2 TAEKWONDO
Tampil di Indonesia Super Fight Taekwondo Championship 4, Siswi MTsN 2 Probolinggo Ukir Prestasi di Tingkat Jawa Timur Pajarakan — Prestasi olahraga kembali ditorehkan siswa MTsN
Rayhan Maulana Cahyono dan Afika Vidi Safaniya Jalani Seleksi OMI Tingkat Provinsi Mapel IPA–IPS di MAN 2 Probolinggo
PROBOLINGGO — Dua siswa MTsN 2 Probolinggo mendapat kepercayaan mewakili Kabupaten Probolinggo dalam seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi. Rayhan Maulana Ca
14 Siswa Kelas VIII PDCI Terima Rapor Semester 4, Alya Putri Zahrana Tempati Posisi Teratas
Pajarakan — Sebanyak 14 siswa kelas VIII Program Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) MTsN 2 Probolinggo menerima hasil belajar Semester 4, Senin (5/10/2026). Pembagian rapor menj
DUA KAMPUS, SATU SEMANGAT: MTsN 2 PROBOLINGGO BUKA PEKAN DENGAN UPACARA
Kelas VIII B dan VIII F Bertugas, Siswa Kelas VII–IX Ikuti Apel di Kampus Masing-Masing Pajarakan — MTsN 2 Probolinggo mengawali pekan pembelajaran dengan upacara di dua lo
