Dari Lambang Kuning Menuju Cibubur: Ketekunan Srikandi Madahesa Menembus Seleksi Jambore Nasional
PROBOLINGGO – Dari sebuah dusun di kawasan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, seorang remaja putri tengah menapaki perjalanan yang membanggakan. Syaza Naura Syahirah, siswi kelas 9B MTsN 2 Probolinggo, berhasil melewati rangkaian seleksi dan terpilih menjadi salah satu peserta Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026.
Di usia 14 tahun, Syaza telah menunjukkan bahwa kesempatan besar lahir dari keberanian untuk mencoba, ketekunan dalam berlatih, dan kesungguhan menjalani setiap proses.
Lahir di Probolinggo, 7 Maret 2012, Syaza merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia berasal dari keluarga yang memberikan dukungan terhadap perjalanan pendidikan dan aktivitasnya. Sang ibu berprofesi sebagai bidan, sementara ayahnya telah pensiun.
Kini, nama Syaza menjadi bagian dari cerita perjalanan Madahesa, kegiatan kepramukaan MTsN 2 Probolinggo yang menjadi ruang bagi para peserta didik untuk mengembangkan karakter, keterampilan, kepemimpinan, dan keberanian.
Putri Lambang Kuning yang Berani Menantang Diri
Syaza berasal dari Lambang Kuning, Kecamatan Lumbang, Dusun Krajan, RT 5 RW 2.
Dari lingkungan tempat tinggalnya, ia kemudian tumbuh menjadi seorang pelajar yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Madahesa di MTsN 2 Probolinggo.
Kepramukaan menjadi salah satu ruang penting dalam perjalanan Syaza. Di sana ia tidak hanya belajar mengenai keterampilan teknis, tetapi juga mendapatkan pengalaman bekerja sama, mematuhi aturan, bertanggung jawab, serta berani menghadapi tantangan.
Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi bekal ketika ia mengikuti proses seleksi menuju Jambore Nasional.
Empat Tahap Seleksi, Dua Tingkatan Perjuangan
Perjalanan Syaza menuju Jambore Nasional tidak berlangsung dengan mudah.
Ia terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat Kwartir Ranting (Kwarran). Dalam seleksi tersebut, peserta diuji melalui empat bidang, yaitu:
- IT (Teknologi Informasi)
- Seni Budaya
- Teknik Kepramukaan (Tekpram)
- Peraturan Baris-Berbaris (PBB)
Setelah melalui tahapan di tingkat Kwarran, perjuangan berlanjut ke tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab).
Empat bidang yang sama kembali menjadi materi pengujian: IT, seni budaya, tekpram, dan PBB.
Rangkaian seleksi tersebut menuntut peserta memiliki kemampuan yang beragam. Tidak hanya keterampilan fisik, tetapi juga kreativitas, pengetahuan, kemampuan beradaptasi, kedisiplinan, dan kesiapan mental.
Syaza berhasil melewati tahapan demi tahapan hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi peserta Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026.
Madahesa, Ruang Tumbuh Sang Srikandi
Sebagai anggota Madahesa, Syaza mendapatkan kesempatan untuk belajar dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran di kelas.
Kegiatan kepramukaan memberikan pengalaman nyata mengenai bagaimana sebuah tim bekerja, bagaimana seorang anggota menjalankan tugas, serta bagaimana menghadapi tantangan dengan tetap tenang dan bertanggung jawab.
Dari latihan hingga seleksi, setiap proses menjadi bagian dari pembentukan karakter.
Bagi Syaza, perjalanan tersebut bukan hanya tentang mendapatkan predikat sebagai peserta Jambore Nasional. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, bertemu dengan banyak orang, dan belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri.
Berenang dan Menjaga Semangat Tetap Mengalir
Di luar aktivitas sekolah dan Pramuka, berenang menjadi salah satu hobi Syaza.
Aktivitas tersebut menjadi cara untuk menikmati waktu sekaligus menjaga semangatnya tetap aktif.
Hobi berenang juga menggambarkan sisi lain dari Syaza sebagai seorang remaja yang tetap memiliki ruang untuk menikmati aktivitas yang disukainya di tengah rutinitas pendidikan dan kegiatan kepramukaan.
Di balik kesibukan latihan dan berbagai tanggung jawab sebagai pelajar, ia tetap menikmati hal-hal sederhana yang membuat kesehariannya lebih menyenangkan.
Dari Latihan, Seleksi, hingga Kepercayaan
Menjadi peserta Jambore Nasional bukan sekadar tentang lolos seleksi.
Ada proses panjang yang harus dijalani.
Ada kemampuan yang harus dipersiapkan.
Ada keberanian untuk tampil.
Ada kegigihan ketika menghadapi ujian.
Dan ada kepercayaan yang harus dijaga.
Syaza telah melewati proses tersebut dengan baik.
Kini, kesempatan berada di panggung nasional menjadi pengalaman yang dapat membentuk cara pandangnya terhadap masa depan.
Bagi seorang pelajar kelas 9, pengalaman tersebut tentu memiliki arti khusus. Ia tidak hanya mendapatkan pengalaman kepramukaan, tetapi juga belajar bahwa setiap pencapaian memiliki proses yang harus dihargai.
Sederhana, Aktif, dan Punya Kesukaan Rendang
Di balik aktivitasnya sebagai anggota Pramuka dan peserta Jambore Nasional, Syaza tetap seorang remaja dengan kesukaan yang sederhana.
Salah satu makanan favoritnya adalah rendang.
Hal kecil seperti kesukaan terhadap makanan menjadi sisi personal yang melengkapi kisah Syaza. Di satu sisi, ia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan nasional; di sisi lain, ia tetap menikmati keseharian sebagai seorang remaja.
Karena perjalanan meraih prestasi tidak harus menghilangkan kesederhanaan.
Justru dari keseharian yang sederhana itulah karakter sering kali tumbuh.
PROFIL SINGKAT
| IDENTITAS | KETERANGAN |
|---|---|
| Nama Lengkap | Syaza Naura Syahirah |
| Kelas | 9B |
| Sekolah | MTsN 2 Probolinggo |
| Usia | 14 tahun |
| Tempat, Tanggal Lahir | Probolinggo, 7 Maret 2012 |
| Asal | Lambang Kuning, Lumbang, Dusun Krajan, RT 5 RW 2 |
| Anak ke- | 2 dari 3 bersaudara |
| Ibu | Bidan |
| Ayah | Pensiun |
| Ekstrakurikuler | Madahesa |
| Hobi | Berenang |
| Makanan Favorit | Rendang |
| Pencapaian | Peserta Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026 |
| Seleksi | Kwarran dan Kwarcab |
| Materi Seleksi | IT, Seni Budaya, Tekpram, dan PBB |
Srikandi Madahesa Menuju Panggung Nasional
Syaza Naura Syahirah adalah gambaran bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka pintu menuju pengalaman yang lebih luas.
Dari Lambang Kuning, Lumbang, langkahnya bergerak menuju MTsN 2 Probolinggo, kemudian melewati seleksi Kwarran dan Kwarcab hingga mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari Jambore Nasional.
Perjalanannya memberikan pesan sederhana bagi teman-teman sebaya:
Jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Karena terkadang, di balik sebuah keberanian kecil untuk mencoba, tersimpan kesempatan besar yang belum pernah kita bayangkan.
Sebagai anggota Madahesa, Syaza kini membawa lebih dari sekadar seragam Pramuka.
Ia membawa nama keluarga, madrasah, daerah asal, dan semangat generasi muda Probolinggo.
Perjalanan menuju Jambore Nasional menjadi bab baru dalam kisahnya.
Dan kelak, ketika ia menoleh kembali pada perjalanan masa remajanya, mungkin salah satu kenangan yang paling berharga adalah saat seorang gadis dari Lambang Kuning berani melangkah lebih jauh—meninggalkan jejak kecil dari madrasah menuju panggung nasional.
**Dari Madahesa untuk Nusantara.
Dari Lumbang untuk Indonesia.**
REDAKSI
Penulis : Juarnis Retno W.
Editor : Yudi Setiawan
Layout & Design : Ihya’ulumuddin
Publisher : Andri Yodha & Okky Buyung Firmansyah
Fotografer : Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor : Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Lima Pramuka Elit MTsN 2 Probolinggo Hadiri Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI di TMP Kraksaan
KRAKSAAN – Malam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penuh makna bagi lima anggota elit Pramuka Madahesa MTsN 2 Probo
Dari Lereng Impian Menuju Jambore Nasional: Ketekunan Pramuka Madahesa yang Membawa Nama Pajarakan ke Cibubur
Dari Lereng Impian Menuju Jambore Nasional: Ketekunan Pramuka Madahesa yang Membawa Nama Pajarakan ke Cibubur PROBOLINGGO – Usianya baru 14 tahun, tetapi langkahnya telah membawa
MTsN 2 Probolinggo Berikan Penghargaan kepada Polsek Pajarakan atas Dukungan dan Pembinaan Gerak Jalan
PAJARAKAN – Sebuah prestasi sering kali lahir bukan hanya dari kerja keras para peserta, tetapi juga dari tangan-tangan yang dengan tulus memberikan waktu, tenaga, bimbingan, dan
Sepuluh Anggota Elit Pramuka MTsN 2 Probolinggo Hadir Bersama Waka Humas dalam Upacara Hari Pramuka ke-65 di SMPN 2 Pajarakan
PAJARAKAN – Semangat persaudaraan dan kolaborasi antarsatuan pendidikan mewarnai peringatan Hari Pramuka ke-65 di wilayah Pajarakan. Untuk pertama kalinya, SMPN 2 Pajarakan mengun
MTsN 2 dan MAN 2 Probolinggo Gelar Upacara Gabungan Hari Pramuka ke-65, Edisi Perdana Penuh Makna dan Semangat Persaudaraan
PROBOLINGGO – Pemandangan berbeda tersaji di halaman MAN 2 Probolinggo, Jumat (14/8/2026). Dua lembaga pendidikan madrasah, MTsN 2 Probolinggo dan MAN 2 Probolinggo, untuk pertama
