• MTS NEGERI 2 PROBOLINGGO
  • MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

Green Infrastructure Digelorakan, Seluruh Warga Madrasah Bergerak Mewujudkan Madrasah Adiwiyata dan Berkelanjutan

PROBOLINGGO — Jumat pagi di MTsN 2 Probolinggo, Karanggeger, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terasa berbeda. Setelah melaksanakan shalat dhuha berjamaah, seluruh peserta didik kelas VII hingga IX bergerak bersama mengikuti kegiatan Jumat Peduli Lingkungan melalui program Green Infrastructure (Infrastruktur Hijau), Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MTsN 2 Probolinggo dalam mewujudkan madrasah hijau dan Madrasah Adiwiyata melalui gerakan nyata yang melibatkan seluruh warga madrasah.

Tidak sekadar membersihkan lingkungan, Green Infrastructure diarahkan menjadi gerakan membangun kesadaran bahwa lingkungan madrasah merupakan ruang bersama yang harus dirawat, dijaga, dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Seluruh peserta didik turun langsung dalam kegiatan. Setiap kelas mendapatkan pendampingan dari Pendamping Akademik, sehingga aktivitas berjalan terarah sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter di luar ruang kelas.

Dari Dhuha Menuju Gerakan Hijau

Kegiatan Jumat Peduli Lingkungan diawali dengan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah. Seusai ibadah, siswa kemudian bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk melaksanakan berbagai aktivitas peduli lingkungan.

Pemandangan tersebut menghadirkan pesan yang kuat: kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi materi yang dibicarakan di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan.

Green Infrastructure menjadi salah satu pendekatan yang mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat, hijau, nyaman, dan berkelanjutan. Dalam konteks madrasah, gerakan tersebut juga menjadi sarana pembiasaan agar peserta didik memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan tempat mereka belajar.

Setiap kelas bersama pendamping akademiknya menjalankan tanggung jawab masing-masing. Dari aktivitas tersebut tumbuh pembelajaran sederhana tentang kerja sama, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kepala Madrasah: Madrasah Hijau Dimulai dari Kebiasaan

Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., memberikan apresiasi terhadap keterlibatan seluruh peserta didik dalam gerakan tersebut.

Menurutnya, mewujudkan madrasah hijau tidak cukup hanya dengan menanam pohon atau memperbanyak ruang terbuka hijau. Yang lebih penting adalah membangun budaya dan perilaku warga madrasah yang peduli terhadap lingkungan.

“Madrasah Adiwiyata bukan sekadar predikat. Yang jauh lebih penting adalah membangun budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan. Karena itu, anak-anak harus dilibatkan secara langsung agar kepedulian tersebut tumbuh menjadi kebiasaan,” ungkap Ernawiyadi.

Ia menilai Green Infrastructure menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat identitas MTsN 2 Probolinggo sebagai madrasah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ketika mereka ikut merawat lingkungan madrasah hari ini, sebenarnya mereka sedang belajar menjaga lingkungan kehidupan mereka untuk masa depan,” tegasnya.

Ernawiyadi berharap gerakan tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Yang kita bangun adalah kebiasaan. Kalau dilakukan secara terus-menerus, gerakan kecil ini akan menjadi budaya besar di madrasah,” tambahnya.

Kesiswaan: Pendidikan Karakter Tak Selalu di Dalam Kelas

Sementara itu, Waka Bidang Kesiswaan MTsN 2 Probolinggo, Erma Yuli Astutik, M.PdI., melihat kegiatan tersebut sebagai bentuk pendidikan karakter yang dilakukan melalui pengalaman langsung.

Menurutnya, siswa dapat belajar banyak hal ketika mereka berada di lingkungan dan bekerja bersama teman-temannya.

“Kegiatan peduli lingkungan seperti ini memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak. Mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab terhadap tugas kelas, menghargai lingkungan, dan memahami bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab seluruh warga madrasah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pendamping akademik dalam mendampingi setiap kelas.

“Pendampingan dari guru menjadi penting agar kegiatan berjalan tertib sekaligus memiliki nilai edukatif. Kita ingin setiap aktivitas anak memiliki pesan pembelajaran. Jadi, mereka bukan hanya bergerak dan bekerja, tetapi memahami mengapa lingkungan harus dijaga,” jelas Erma.

Menurutnya, pembiasaan semacam itu akan menjadi bekal bagi peserta didik ketika mereka berada di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Koordinator Kegiatan: Green Infrastructure Harus Menjadi Gerakan Bersama

Koordinator Kegiatan, Siti Anisah, S.Pd., menegaskan bahwa Green Infrastructure dirancang sebagai bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

“Green Infrastructure tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh beberapa orang. Karena itu, kami melibatkan seluruh peserta didik dari kelas VII sampai IX, dengan pendampingan dari Pendamping Akademik. Kami ingin semua warga madrasah memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” tutur Siti Anisah.

Menurutnya, kegiatan Jumat Peduli Lingkungan juga menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran sejak dini.

“Anak-anak perlu dibiasakan mencintai lingkungan melalui tindakan nyata. Ketika mereka ikut merawat lingkungan, mereka akan belajar bahwa lingkungan yang nyaman dan sehat tidak datang begitu saja, tetapi harus diciptakan dan dijaga bersama,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari rutinitas positif yang terus berkembang.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada Jumat ini. Semangatnya harus terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kelas, halaman madrasah, rumah, hingga lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Satu Madrasah, Satu Gerakan

Keterlibatan seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX memperlihatkan bahwa gerakan lingkungan di MTsN 2 Probolinggo bukanlah pekerjaan satu kelompok tertentu. Semua memiliki peran.

Guru mendampingi. Siswa bergerak. Madrasah menyediakan ruang. Dan seluruh warga madrasah bersama-sama menjaga hasilnya.

Dalam konteks pendidikan, kegiatan tersebut menjadi pembelajaran yang memiliki makna lebih luas. Peserta didik tidak hanya mengenal konsep lingkungan secara teoritis, tetapi mengalami sendiri bagaimana sebuah lingkungan dirawat melalui kerja bersama.

Di sinilah nilai Green Infrastructure menemukan maknanya: membangun lingkungan fisik yang lebih hijau sekaligus membangun manusia yang memiliki kesadaran ekologis.

Sebab, madrasah hijau tidak hanya ditandai oleh pepohonan yang tumbuh rindang. Ia juga ditandai oleh karakter manusia yang tumbuh peduli.

Menanam Kepedulian, Memanen Masa Depan

Jumat Peduli Lingkungan di MTsN 2 Probolinggo mungkin dimulai dengan langkah sederhana. Setelah shalat dhuha, siswa bergerak, bekerja bersama, dan merawat lingkungan.

Namun dari aktivitas sederhana itulah sebuah nilai besar sedang ditanamkan.

Bahwa bumi bukan sekadar tempat berpijak.

Bahwa lingkungan bukan sekadar halaman sekolah.

Dan bahwa menjaga kebersihan serta kelestarian alam bukan sekadar tugas sesaat.

Ia adalah bagian dari tanggung jawab manusia.

Melalui Green Infrastructure, MTsN 2 Probolinggo terus meneguhkan langkah menuju Madrasah Adiwiyata dan Go Green Madrasah—sebuah madrasah yang tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Karena pohon yang ditanam hari ini mungkin baru memberi teduh bertahun-tahun kemudian. Namun kepedulian yang ditanam dalam diri seorang anak hari ini, dapat menjadi naungan bagi masa depan yang jauh lebih panjang.


TIM PUBLIKASI & DOKUMENTASI

Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah & Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
28 PPPK MTsN 2 Probolinggo Turut Meriahkan Jumat Sehat dan Lomba HUT RI ke-81, Semangat Kebersamaan Menggema di Kankemenag Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO — Jumat pagi, 21 Agustus 2026, halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dipenuhi semangat kebersamaan. Pegawai dari berbagai satuan kerja di bawah naunga

21/08/2026 11:37 WIB - Administrator
Ekstrakurikuler Riset MTsN 2 Probolinggo Uji Kandungan Nanas, Tomat, dan Recodescolor, Dorong Siswa Berani Menemukan Gagasan Baru

Pajarakan — Laboratorium IPA MTsN 2 Probolinggo kembali menjadi ruang tumbuh bagi rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat ilmiah peserta didik. Melalui Ekstrakurikuler Riset, s

20/08/2026 13:35 WIB - Administrator
Literasi Keuangan Sejak Dini, Bekal Generasi Madrasah untuk Belajar Mengelola Masa Depan

Pajarakan — Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di balik kebiasaan sederhana tersebut tersimpan pendidikan tentang kedisiplinan, tanggung jawab, perencanaan, dan kemampuan me

20/08/2026 12:59 WIB - Administrator
MTsN 2 Probolinggo Perkuat Layanan TPG, Operator Madrasah Ikuti FGD Kanwil Kemenag Jatim di Kota Batu

Pajarakan — Komitmen meningkatkan kualitas tata kelola layanan administrasi madrasah kembali ditunjukkan MTsN 2 Probolinggo. Madrasah mengikuti Focus Group Discussion (FGD) &ldquo

19/08/2026 22:01 WIB - Administrator
SYAFA’ATUL MUSTHOFA MENGALUN, MAULID PUN BERKAH

PROBOLINGGO — Lantunan shalawat yang merdu mengalun di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Rabu (19/8/2026). Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

19/08/2026 12:02 WIB - Administrator