• MTS NEGERI 2 PROBOLINGGO
  • MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

Ma’had Darul Karomah MTsN 2 Probolinggo Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Meneguhkan Iman dan Membentuk Karakter Berbasis Cinta

PAJARAKAN, 4 SEPTEMBER 2026 — Malam Jumat selalu memiliki ruang tersendiri dalam kehidupan spiritual umat Islam. Ketika senja mulai berganti malam dan lantunan azan Maghrib telah mengajak hati untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia, keluarga besar Ma’had Darul Karomah MTsN 2 Probolinggo berkumpul dalam sebuah majelis penuh makna.

Pada Kamis malam Jumat, 3 September 2026, Ma’had Darul Karomah MTsN 2 Probolinggo menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 Hijriah / 2026 Masehi di Mushalla Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo.

Kegiatan dimulai setelah pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah.

Dalam suasana malam yang teduh, Mushalla Kampus 2 menjadi tempat berhimpunnya para peserta didik untuk mengenang, meneladani, dan memperkuat kecintaan kepada manusia agung yang menjadi rahmat bagi seluruh alam: Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi kali ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW ke dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.


DARI SHALAT BERJAMAAH MENUJU MAJELIS CINTA RASUL

Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Maghrib berjamaah.

Usai menunaikan ibadah, para peserta kemudian mengikuti kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam suasana penuh kekhidmatan.

Malam itu, mushalla bukan hanya menjadi tempat berkumpul.

Ia menjadi ruang pendidikan.

Ruang untuk mengenalkan kembali perjalanan keteladanan Rasulullah SAW.

Ruang untuk menanamkan nilai akhlak.

Dan ruang untuk menyemai cinta.

Sebab bagi Ma’had Darul Karomah, mencintai Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengenang hari kelahirannya.

Cinta kepada Rasulullah SAW harus tumbuh melalui upaya untuk memahami ajarannya, meneladani akhlaknya, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikannya dalam kehidupan.

Dari situlah pendidikan karakter menemukan maknanya.

Bukan hanya mengetahui mana yang baik.

Tetapi juga membiasakan diri untuk melakukan kebaikan.


Kurikulum Berbasis Cinta Menjadi Fondasi Pembentukan Karakter

Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ma’had Darul Karomah menjadi salah satu bagian dari upaya MTsN 2 Probolinggo dalam mewujudkan pembentukan karakter peserta didik melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Pendidikan berbasis cinta tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk menjadi cerdas.

Pendidikan juga diarahkan untuk membangun hati.

Menumbuhkan kepekaan.

Menguatkan akhlak.

Dan menghadirkan hubungan spiritual yang kuat dengan Allah SWT.

Dalam pelaksanaannya, Kurikulum Berbasis Cinta tersebut juga diintegrasikan dengan Gerakan Furudhul Ainiyah.

Melalui pembiasaan ibadah dan penguatan nilai-nilai keagamaan, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis.

Mereka juga diharapkan mampu menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

Tujuan akhirnya adalah tumbuhnya rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.


Kepala Madrasah: Pendidikan Harus Melahirkan Generasi Berilmu dan Berakhlak

Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki nilai pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan tidak akan lengkap apabila hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang memiliki ilmu sekaligus akhlak.

“Kita ingin anak-anak MTsN 2 Probolinggo tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat. Salah satu fondasi terpenting dalam pembentukan karakter adalah keteladanan Rasulullah SAW,” ujar Ernawiyadi.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam berbagai aspek kehidupan.

Nilai kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, kesabaran, dan kepedulian sosial harus terus diperkenalkan kepada generasi muda.

“Peringatan Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang lebih penting adalah bagaimana kecintaan kepada Rasulullah mampu mendorong kita untuk meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Menurut Ernawiyadi, semangat tersebut sejalan dengan arah pendidikan yang sedang dibangun di lingkungan madrasah.

“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa pendidikan harus menyentuh hati. Ketika anak mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, insyaallah akan tumbuh kesadaran dari dalam dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.


Erma Yuli Astutik: Karakter Tidak Dibangun dalam Sehari

Waka Bidang Kesiswaan MTsN 2 Probolinggo, Erma Yuli Astutik, M.PdI., menyampaikan bahwa pembentukan karakter merupakan proses panjang yang membutuhkan pembiasaan dan lingkungan pendidikan yang mendukung.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu sarana penting untuk menghadirkan pendidikan karakter secara nyata.

“Karakter tidak terbentuk hanya melalui teori atau nasihat. Anak-anak membutuhkan pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman langsung. Kegiatan seperti Maulid Nabi menjadi salah satu ruang untuk menanamkan nilai tersebut secara bersama-sama,” ungkap Erma.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh peserta didik dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin cinta kepada Rasulullah tidak berhenti pada ucapan. Cinta itu harus terlihat dalam sikap, dalam cara berbicara, dalam menghormati orang tua dan guru, serta dalam kepedulian kepada sesama,” katanya.

Menurutnya, madrasah dan ma’had memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu mendukung pertumbuhan karakter peserta didik.


Asrama Putra, Ruang Menumbuhkan Kemandirian dan Keteladanan

Pengasuh Asrama Putra Ma’had Darul Karomah, Febrian Firmanto, M.Pd., memandang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum penting untuk memperkuat pendidikan spiritual para santri.

Kehidupan di asrama, menurutnya, merupakan ruang pembelajaran yang berlangsung sepanjang hari.

Peserta didik belajar bukan hanya ketika berada di kelas.

Mereka juga belajar melalui kehidupan bersama.

Melalui kedisiplinan.

Melalui tanggung jawab.

Dan melalui pembiasaan ibadah.

“Kehidupan di ma’had memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar secara langsung dalam keseharian. Karena itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk terus ditanamkan,” ujar Febrian.

Ia menambahkan bahwa semangat Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bagi para santri untuk terus memperbaiki diri.

“Kami berharap anak-anak memahami bahwa Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. Ketika mereka belajar disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain, sesungguhnya mereka sedang berusaha menghadirkan nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan,” tuturnya.


Asrama Putri dan Pendidikan Hati

Sementara itu, Pengasuh Asrama Putri Ma’had Darul Karomah, Mauidzatul Hasanah Saif, M.Pd.I., menekankan pentingnya pendidikan yang membangun kedekatan emosional dan spiritual peserta didik dengan nilai-nilai agama.

Menurutnya, cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW harus tumbuh melalui proses pendidikan yang menyentuh hati.

“Anak-anak tidak cukup hanya diberi pengetahuan tentang agama. Mereka juga perlu diajak untuk merasakan keindahan nilai-nilai agama dalam kehidupan mereka,” ungkap Mauidzatul Hasanah Saif.

Ia menyampaikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana.

Mulai dari menjaga perkataan.

Menghormati orang lain.

Menjaga kebersihan.

Membantu sesama.

Hingga membiasakan diri menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran.

“Cinta kepada Nabi Muhammad SAW akan memiliki makna ketika tercermin dalam akhlak. Karena itu, kami terus berupaya agar anak-anak menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari karakter mereka,” katanya.


MAULID BUKAN SEKADAR PERINGATAN

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ma’had Darul Karomah membawa sebuah pesan sederhana namun mendalam.

Bahwa mencintai Rasulullah adalah perjalanan.

Sebuah perjalanan untuk mengenal.

Kemudian memahami.

Lalu meneladani.

Dan akhirnya berusaha menerapkan ajarannya dalam kehidupan.

Bagi peserta didik, perjalanan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Mengucapkan salam.

Menghormati guru.

Menyayangi teman.

Berbicara dengan baik.

Menjaga amanah.

Dan menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran.

Dari hal-hal sederhana itulah karakter dibangun.


MALAM JUMAT, MALAM MENYEMAI HARAPAN

Ketika rangkaian kegiatan berlangsung di Mushalla Kampus 2, malam Jumat menjadi saksi sebuah ikhtiar pendidikan.

Sebuah ikhtiar untuk membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik.

Tetapi juga memiliki hati.

Generasi yang tidak hanya mampu meraih prestasi.

Tetapi juga mampu menjaga akhlak.

Generasi yang tidak hanya memahami perkembangan zaman.

Tetapi juga memiliki nilai spiritual sebagai penuntun kehidupan.

Melalui Kurikulum Berbasis Cinta dan integrasi Gerakan Furudhul Ainiyah, MTsN 2 Probolinggo terus meneguhkan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang utuh.

Pendidikan yang mengembangkan pikiran.

Menguatkan karakter.

Dan menyentuh hati.


DARI CINTA LAHIR KETELADANAN

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akhirnya menjadi lebih dari sebuah kegiatan.

Ia menjadi pengingat.

Bahwa Rasulullah SAW hadir sebagai teladan.

Bahwa akhlak adalah bagian penting dari kehidupan.

Dan bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menghadirkan kebaikan dalam diri seseorang.

Dari Mushalla Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo, doa dan harapan kembali dipanjatkan.

Semoga para peserta didik tumbuh menjadi generasi yang mencintai Allah SWT.

Generasi yang mencintai Nabi Muhammad SAW.

Generasi yang memiliki ilmu.

Generasi yang memiliki akhlak.

Dan generasi yang siap membawa kebaikan bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

MENCINTAI ALLAH DENGAN KEIMANAN.

MENCINTAI RASULULLAH DENGAN KETELADANAN.

DAN MEMBANGUN MASA DEPAN DENGAN ILMU SERTA AKHLAK.


SEKILAS KEGIATAN

Kegiatan: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Penyelenggara: Ma’had Darul Karomah MTsN 2 Probolinggo
Tahun: 1448 H / 2026 M
Hari/Tanggal: Kamis Malam Jumat, 3 September 2026
Tempat: Mushalla Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo
Waktu: Setelah Shalat Maghrib Berjamaah

TUJUAN KEGIATAN

Mewujudkan pembentukan karakter peserta didik melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang mengintegrasikan Gerakan Furudhul Ainiyah untuk menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.


TIM PUBLIKASI & DOKUMENTASI

Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah & Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Gerakan Furudhul Ainiyah Menggema di Dua Kampus Madrasah

Pajarakan — Pagi Jumat di MTsN 2 Probolinggo, 4 September 2026, tidak hanya diawali dengan aktivitas pembelajaran seperti biasanya. Setelah melaksanakan shalat Dhuha berjamaah, ra

04/09/2026 09:26 WIB - Administrator
ELVIN JANUZAJ SYAHDAN DAUD, PELAJAR MUDA PECINTA BUKU YANG MENOREH PRESTASI

Dari Kegemaran Membaca hingga Juara 2 Olimpiade OBOR LANGIT Tingkat Kabupaten Pajarakan— Prestasi tidak selalu lahir dari langkah besar. Kadang, ia berawal dari sebuah kebiasaan

02/09/2026 08:09 WIB - Administrator
MTsN 2 Probolinggo Tampilkan Karya, Inovasi, dan Prestasi dalam Expo Madrasah Jawa Timur 2026

Ajang Bergengsi Kanwil Kemenag Jatim Menjadi Panggung Kolaborasi Madrasah Negeri untuk Meneguhkan Prestasi dan Inovasi Pendidikan Pajarakan — Semangat inovasi dan prestasi madras

01/09/2026 16:49 WIB - Administrator
730 LANGKAH, SATU SEMANGAT! - Jalan Sehat Ceria MTsN 2 Probolinggo Semarakkan Kebersamaan dan Kemerdekaan

Pajarakan — Pagi itu, Jumat, 28 Agustus 2026, suasana MTsN 2 Probolinggo tampak berbeda dari biasanya. Belum lama mentari menyinari halaman madrasah, ratusan peserta sudah berkum

28/08/2026 07:59 WIB - Administrator
RIUH KEMERDEKAAN DI MTsN 2 PROBOLINGGO: 28 KELAS BERTARUNG SERU, OSIM SATUKAN SEMANGAT DALAM GELORA HUT RI KE-81

Dari PBB Tutup Mata hingga Estafet Kecerdasan, Dua Hari Penuh Tawa, Sportivitas, dan Dukungan Fanatik Antarkelas Warnai Peringatan Kemerdekaan Pajarakan, 27/9/2026 — Semangat kem

27/08/2026 19:46 WIB - Administrator