POLICE GOES TO SCHOOL: MENANAM KESADARAN HUKUM, MEMBANGUN KARAKTER PELAJAR
BIMAS Polres Probolinggo Hadir di MTsN 2 Probolinggo, Bekali Generasi Muda dengan Wawasan Hukum dan Ketahanan Diri
PAJARAKAN — Sekolah bukan hanya ruang untuk menumbuhkan kecerdasan akademik. Di dalamnya, karakter, kesadaran hukum, tanggung jawab sosial, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak juga harus dibangun sejak dini. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Police Goes to School oleh BIMAS Polres Probolinggo kepada peserta didik MTsN 2 Probolinggo, Selasa, 15 September 2026, bertempat di Aula Lantai 2 MTsN 2 Probolinggo.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program POLICE GOES TO SCHOOL melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Probolinggo, yang diarahkan untuk memperkuat pembinaan karakter pelajar, menanamkan kesadaran hukum, sekaligus menjadi langkah preventif dalam mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja sejak usia sekolah.
Suasana pembinaan berlangsung edukatif dan komunikatif. Para peserta didik mendapatkan penguatan tentang pentingnya memahami aturan, menjaga sikap dalam pergaulan, bertanggung jawab terhadap pilihan, serta membangun budaya disiplin sebagai bagian dari karakter pelajar yang positif.
Ketika Polisi Hadir di Ruang Pendidikan
Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan madrasah memberikan pesan penting bahwa pendidikan karakter dan kesadaran hukum bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar generasi muda memperoleh pendampingan yang utuh dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BIMAS Polres Probolinggo hadir langsung di MTsN 2 Probolinggo dan diterima oleh Kepala Madrasah Ernawiyadi, S.Ag., bersama Waka Humas MTsN 2 Probolinggo, Okky Buyung Firmansyah, S.Pd.
Pertemuan tersebut semakin bermakna dengan turut hadirnya Perangkat Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, sebagai bentuk sinergi antara institusi kepolisian, madrasah, dan pemerintahan desa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Membangun Kesadaran Sebelum Masalah Datang
Program Police Goes to School memiliki dimensi preventif yang kuat. Pelajar tidak hanya diajak mengenal hukum dalam konteks aturan dan larangan, tetapi juga diarahkan untuk memahami konsekuensi dari setiap tindakan serta pentingnya menjaga diri dan lingkungan pergaulan.
Bagi dunia pendidikan, pendekatan semacam ini menjadi penting karena masa remaja merupakan periode pembentukan identitas dan karakter. Penanaman nilai tanggung jawab, disiplin, etika, serta kesadaran terhadap aturan diharapkan dapat menjadi benteng bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan dari kepolisian menjadi pelengkap penting bagi pendidikan karakter yang selama ini terus dikembangkan di madrasah.
“Madrasah tidak hanya bertugas mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak, disiplin, bertanggung jawab, dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kehadiran BIMAS Polres Probolinggo melalui program Police Goes to School ini,” ujar Ernawiyadi.
Ia menambahkan, sinergi antara madrasah dan kepolisian merupakan langkah strategis untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik secara langsung dan kontekstual.
“Terima kasih kepada BIMAS Polres Probolinggo yang telah memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada siswa kami. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama membangun kesadaran hukum dan karakter generasi muda,” lanjutnya.
Humas: Edukasi Hukum Harus Dekat dengan Pelajar
Sementara itu, Waka Humas MTsN 2 Probolinggo, Okky Buyung Firmansyah, S.Pd., menilai pendekatan langsung melalui program Police Goes to School memberikan pengalaman edukatif yang berbeda bagi peserta didik.
Menurutnya, ketika edukasi hukum hadir langsung di tengah lingkungan sekolah, pesan yang disampaikan akan terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh siswa.
“Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman bahwa hukum bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Justru kesadaran terhadap aturan harus tumbuh dari hal-hal sederhana, seperti disiplin, menghormati orang lain, bertanggung jawab dalam pergaulan, dan mampu membedakan mana tindakan yang baik dan mana yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelas Okky.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Perangkat Desa Karanggeger dalam kegiatan tersebut. Kehadiran unsur pemerintahan desa, menurutnya, memperlihatkan bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Terima kasih kepada BIMAS Polres Probolinggo dan Perangkat Desa Karanggeger yang telah hadir bersama-sama di madrasah. Kolaborasi seperti ini sangat penting. Sekolah, kepolisian, pemerintah desa, dan keluarga harus berjalan dalam arah yang sama untuk menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung perkembangan anak-anak,” ungkapnya.
Dari Pembinaan Menuju Keteladanan
Lebih jauh, kegiatan Police Goes to School di MTsN 2 Probolinggo menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya pendidikan karakter yang tidak berhenti pada teori.
Kesadaran hukum sesungguhnya tumbuh melalui kebiasaan. Datang tepat waktu, menaati tata tertib, menghargai guru dan teman, menjaga fasilitas bersama, menggunakan media sosial secara bijak, serta berani menolak ajakan yang tidak baik merupakan bentuk-bentuk sederhana dari karakter pelajar yang sadar aturan.
Karena itu, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjadi investasi penting bagi masa depan. Pelajar hari ini adalah bagian dari masyarakat masa depan yang akan mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.
Sinergi untuk Generasi yang Lebih Tangguh
MTsN 2 Probolinggo memandang program Police Goes to School sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih luas. Ketika madrasah menguatkan nilai keagamaan dan akademik, kepolisian memberikan perspektif kesadaran hukum dan keamanan, sementara pemerintah desa turut membangun lingkungan sosial yang mendukung.
Sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga melindungi dan membentuk karakter.
Pada akhirnya, kegiatan di Aula Lantai 2 MTsN 2 Probolinggo itu membawa pesan sederhana namun mendalam: mencegah lebih baik daripada memperbaiki, dan mendidik sejak dini jauh lebih bermakna daripada menunggu masalah datang.
Sebab generasi yang hebat bukan hanya mereka yang mampu meraih prestasi di ruang kelas, tetapi juga mereka yang mampu menjaga diri, menghormati aturan, bertanggung jawab atas pilihan, serta tumbuh menjadi warga masyarakat yang berkarakter.
Dari madrasah, kesadaran ditanamkan. Dari sinergi, ketangguhan dibangun. Dan dari generasi muda yang berkarakter, masa depan bangsa dipersiapkan.
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KABEL PUTUS, MADRASAH TAK BOLEH TERHENTI: PLN GERCEP PULIHKAN NADI LISTRIK MTsN 2 PROBOLINGGO.
PAJARAKAN — Aktivitas pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar ruang kelas dan tenaga pendidik. Di era pembelajaran yang semakin bergantung pada teknologi dan perangkat elektroni
43 Anggota Baru Resmi Bergabung, PMR MTsN 2 Probolinggo Bentuk Relawan Muda Berjiwa Kemanusiaan
Pelantikan Tingkat Dasar Dikemas dengan Pembekalan Sanitasi Kesehatan, Kepemimpinan, Pertolongan Pertama, hingga Outbound Pajarakan — Sebanyak 43 peserta didik anggota baru Palan
Menatap TKA 2026 dengan Lebih Siap: MTsN 2 Probolinggo Gelar Sosialisasi Bersama RuangGuru
Siswa Kelas IX Dipersiapkan Menghadapi TKA 2026, Penggunaan HP Diatur Ketat untuk Mendukung Simulasi dan Pengisian Data PROBOLINGGO — Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik
Meneguhkan Disiplin dan Karakter: Upacara Bendera MTsN 2 Probolinggo Digelar Serentak di Dua Kampus
Pajarakan— Senin, 14 September 2026, menjadi momentum penting bagi keluarga besar MTsN 2 Probolinggo untuk kembali meneguhkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, dan
Afika dan Raihan Antarkan MTsN 2 Probolinggo Lolos OMI Tingkat Provinsi Jawa Timur
PAJARAKAN, 13 September 2026 — Prestasi kembali ditorehkan siswa-siswi MTsN 2 Probolinggo. Kali ini, dua talenta muda madrasah berhasil menunjukkan ketajaman berpikir dan kompeten
