E-PILKETOS MTsN 2 PROBOLINGGO: TIGA PASLON BERTARUNG GAGASAN, SISWA TENTUKAN PILIHAN
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM berbasis digital menjadi laboratorium demokrasi bagi siswa, sementara kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sesuai jadwal.
Pajarakan — Halaman Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo menjadi pusat pelaksanaan pesta demokrasi siswa, Kamis (15/10/2026). Melalui sistem pemilihan elektronik atau E-Pilketos, para siswa menentukan pasangan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode kepengurusan berikutnya. Tiga pasangan calon bersaing membawa gagasan dan jargon masing-masing dalam proses pemungutan suara yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Ketiga pasangan calon tersebut adalah Qonita Kanalia Alsabila dari kelas VIII D bersama Kanisya Azqiara Zharifa dari kelas VII C sebagai Paslon 1; Muhammad Rafa Fauzan dari kelas VIII F berpasangan dengan Malaeka Qisya Putri Amin dari kelas VII A sebagai Paslon 2; serta Gofar Maulana Maherzen dari kelas VIII B bersama Khansa Hana Mahirah dari kelas VII B sebagai Paslon 3. Mereka hadir dengan identitas kampanye yang berbeda, menawarkan semangat perubahan, aksi nyata, dan visi bersama untuk organisasi siswa.
Paslon 1 mengusung jargon, “Bersama, kita wujudkan OSIM yang lebih maju dan membawa perubahan positif.” Paslon 2 membawa seruan, “Dua Langkah, Seribu Aksi, Bersama Kita Pasti Beraksi.” Sementara itu, Paslon 3 menyampaikan slogan, “Satu Visi, Tiga Aksi, Bersama Paslon 3 Kita Beraksi.” Ketiga jargon tersebut menjadi representasi semangat para kandidat untuk memperoleh kepercayaan pemilih dan mengembangkan organisasi siswa yang lebih aktif.
Pelaksanaan pemungutan suara diatur secara bergantian berdasarkan jadwal setiap kelas. Siswa dipanggil sesuai urutan yang telah ditentukan untuk memberikan suara melalui sistem elektronik. Pola ini memungkinkan partisipasi pemilih berlangsung tertib tanpa menghentikan kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, agenda demokrasi siswa dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan pembelajaran sebagaimana mestinya.
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menempatkan E-Pilketos sebagai bagian dari pendidikan karakter yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjalankan prinsip demokrasi. Melalui proses tersebut, peserta didik diharapkan memahami arti pilihan, tanggung jawab, kejujuran, serta penghormatan terhadap keputusan bersama.
“Pemilihan OSIM bukan sekadar menentukan siapa yang akan memimpin organisasi siswa. Ini merupakan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar berdemokrasi secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan pilihan, dan menerima hasil pemungutan suara dengan lapang dada. Pemimpin yang baik lahir dari proses yang jujur dan komitmen untuk melayani,” ujar Ernawiyadi.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Erma Yuli Astutik, M.Pd.I., memandang proses pemilihan tersebut sebagai ruang pembelajaran untuk membangun kedewasaan berorganisasi. Menurut rancangan pesannya, kompetisi antarkandidat perlu dijalani dengan sikap sportif, sementara para pemilih harus menggunakan hak suara secara bijak. Kepemimpinan OSIM, pada akhirnya, bukan hanya tentang popularitas, melainkan kesediaan menjalankan amanah dan bekerja untuk kepentingan bersama.
Senada dengan itu, Pembina OSIM, Indah Permata Sari, S.Pd., menekankan pentingnya menjadikan pemilihan sebagai titik awal pembentukan organisasi yang aktif, inklusif, dan bertanggung jawab. Para kandidat diharapkan mampu menerjemahkan gagasan kampanye menjadi program yang bermanfaat apabila memperoleh mandat, sedangkan seluruh siswa diharapkan tetap menjaga persatuan meskipun memiliki pilihan berbeda.
Penerapan E-Pilketos juga memperkenalkan siswa pada pemanfaatan teknologi dalam proses demokrasi di lingkungan pendidikan. Namun, nilai utama kegiatan ini tidak semata-mata terletak pada penggunaan sistem digital, melainkan pada pembiasaan bersikap jujur, tertib, adil, dan bertanggung jawab selama proses berlangsung. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk memahami praktik demokrasi sekaligus mengembangkan kecakapan sebagai warga negara.
Melalui pemilihan ini, MTsN 2 Probolinggo menegaskan bahwa madrasah bukan hanya ruang untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan kepemimpinan dan karakter. Siapa pun pasangan yang nantinya memperoleh kepercayaan mayoritas, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa gagasan kampanye dapat diwujudkan menjadi kerja nyata demi kemajuan OSIM dan kepentingan seluruh siswa.
Penulis: Juarnis Retno W
Editor: Yudi Setiawan
Layout dan Design: ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer dan Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
RAFA–MALAEKA MENANG! E-PILKETOS MTsN 2 PROBOLINGGO LAHIRKAN PEMIMPIN OSIM 2026–2027
Muhammad Rafa Fauzan dan Malaeka Qisya Putri Amin meraih kepercayaan siswa dalam pesta demokrasi digital, membawa amanah baru untuk kepemimpinan OSIM yang aktif, kolaboratif, dan bertan
Merawat Spiritualitas, Meneguhkan Cinta Tanah Air: DWP MTsN 2 Probolinggo Hadiri Refleksi Hari Santri
Refleksi untuk Negeri menjadi ajakan untuk memperkuat spiritualitas, menumbuhkan kepedulian sosial, dan merawat semangat pengabdian melalui sholawat serta doa bersama. Pajarakan &
DARI KURIKULUM HINGGA DIGITALISASI, KKM MTs 5 BOJONEGORO GALI INOVASI DI MTsN 2 PROBOLINGGO
Studi komparatif di Aula Lantai 2 Kampus 1 menjadi ruang pertukaran praktik pengelolaan madrasah, penguatan akademik, pembinaan siswa, dan pengembangan jejaring antarlembaga. Pajarakan
ORASI DAN DEBAT KANDIDAT PERIODE 2026–2027 MENJADI RUANG PEMBELAJARAN DEMOKRASI, KEPEMIMPINAN, DAN TANGGUNG JAWAB BAGI PESERTA DIDIK.
Pajarakan — Halaman Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo menjadi panggung penyampaian gagasan tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Madrasah (OSIM) periode 2026–
Jumat Furudhul Ainiyah MTsN 2 Probolinggo Perkuat Pembiasaan Ibadah dan Karakter Religius Siswa
Pajarakan — Pembentukan karakter religius di MTsN 2 Probolinggo terus diperkuat melalui pembiasaan ibadah dan pendalaman praktik keagamaan. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, seluruh sis
