GEMA AL-QUR’AN DAN SHOLAWAT WARNAI HARI SANTRI 2026 DI MTsN 2 PROBOLINGGO: MENEGUHKAN IMAN, MERAWAT TRADISI, MEMBANGUN GENERASI QUR’ANI
PAJARAKAN – Mushalla Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo menjadi pusat kegiatan religius pada Selasa (20/10/2026). Seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan murid mengikuti Khotmil Qur’an serta pembacaan Sholawat Nariyah dalam rangka memperingati Hari Santri 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, meneladani akhlak Rasulullah SAW., sekaligus meneguhkan identitas madrasah sebagai lingkungan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan pembentukan karakter.
Kebersamaan seluruh warga madrasah dalam satu majelis menghadirkan pesan bahwa semangat kesantrian bukan sekadar warisan sejarah, melainkan nilai yang perlu dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT., mempererat ukhuwah, serta membangun kepedulian terhadap sesama.
Peringatan Hari Santri di lingkungan MTsN 2 Probolinggo tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembiasaan religius yang melibatkan seluruh unsur madrasah dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Khotmil Qur’an, Menguatkan Kedekatan dengan Kalam Ilahi
Khotmil Qur’an menjadi bagian utama kegiatan yang mengajak warga madrasah kembali meneguhkan hubungan dengan kitab suci. Al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai bentuk ibadah, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun perilaku, menjaga integritas, dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Bagi peserta didik, kegiatan ini memberikan pengalaman religius yang memperkuat pembiasaan membaca Al-Qur’an di lingkungan pendidikan. Sementara bagi pendidik dan tenaga kependidikan, kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa keteladanan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk budaya madrasah.
Tradisi membaca Al-Qur’an secara bersama juga memperlihatkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan keterlibatan seluruh warga lembaga. Nilai-nilai keislaman akan lebih mudah tumbuh ketika peserta didik melihat dan merasakan keteladanan melalui kebiasaan nyata di lingkungan mereka.
Sholawat Nariyah, Merawat Cinta kepada Rasulullah SAW.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nariyah yang menghadirkan suasana religius di Mushalla Kampus 2. Lantunan sholawat menjadi ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. sekaligus pengingat untuk meneladani akhlak, keteguhan, dan kepedulian beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan dalam bersholawat juga menjadi sarana mempererat hubungan antargenerasi di lingkungan madrasah. Pendidik, tenaga kependidikan, dan murid berada dalam satu ruang pengabdian spiritual, membangun kesadaran bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi yang beradab.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan madrasah yang tidak hanya mengembangkan kecakapan akademik, tetapi juga membangun kepribadian yang berlandaskan iman, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial.
Ernawiyadi: Semangat Santri Harus Tercermin dalam Akhlak dan Pengabdian
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., memandang peringatan Hari Santri sebagai momentum penting untuk memperkuat karakter religius dan meneguhkan komitmen seluruh warga madrasah terhadap nilai-nilai Islam.
Menurutnya, semangat santri tidak cukup ditunjukkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi harus tercermin dalam kedisiplinan, kesungguhan menuntut ilmu, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Melalui Khotmil Qur’an dan pembacaan Sholawat Nariyah ini, kita ingin meneguhkan kembali kecintaan kepada Al-Qur’an dan Rasulullah SAW. Hari Santri harus menjadi pengingat bahwa ilmu, iman, dan akhlak merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kami berharap seluruh warga madrasah mampu membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga madrasah tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga berkarakter dan bermanfaat bagi sesama,” ungkap Ernawiyadi.
Ia menegaskan bahwa pembiasaan religius merupakan bagian dari proses pendidikan yang harus dijalankan secara konsisten. Lingkungan madrasah diharapkan menjadi tempat tumbuhnya generasi yang memiliki kecakapan intelektual, kedalaman spiritual, dan kepekaan sosial.
Dengan melibatkan seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan murid, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat budaya religius sekaligus membangun rasa memiliki terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan madrasah.
Erma Yuli Astutik: Membentuk Karakter melalui Keteladanan dan Pembiasaan
Waka Bidang Kesiswaan MTsN 2 Probolinggo, Erma Yuli Astutik, S.Ag., M.Pd.I., menilai kegiatan Khotmil Qur’an dan pembacaan Sholawat Nariyah memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui nasihat di ruang kelas. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan melalui pengalaman, pembiasaan, dan keteladanan yang dirasakan langsung oleh murid dalam kehidupan madrasah.
“Kegiatan Hari Santri ini menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an, membangun kedisiplinan beribadah, serta memperkuat rasa kebersamaan di antara seluruh warga madrasah. Kami berharap anak-anak tidak hanya mengikuti kegiatan dengan khidmat, tetapi juga mampu mengambil pelajaran untuk diterapkan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam bergaul dengan teman, menghormati guru, maupun menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar,” tutur Erma.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan karakter positif. Kebiasaan membaca Al-Qur’an, bersholawat, dan mengikuti kegiatan keagamaan secara tertib diharapkan menjadi bagian dari pembentukan pribadi murid yang santun, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, semangat kesantrian diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan peserta didik.
Euis Rosalina: Menanamkan Kepedulian dan Nilai Kemanusiaan
Pembina PMR MTsN 2 Probolinggo, Euis Rosalina, S.Pd., turut menekankan pentingnya menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan sikap kemanusiaan. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Rasulullah SAW. semestinya mendorong setiap individu untuk semakin peduli, menghargai orang lain, serta menghadirkan manfaat di lingkungan sekitarnya.
Nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pembinaan anggota PMR yang mengedepankan kepedulian, kesukarelaan, dan semangat menolong sesama.
“Peringatan Hari Santri menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai Al-Qur’an dan keteladanan Rasulullah SAW. perlu tercermin dalam tindakan nyata, seperti saling menghormati, membantu teman yang membutuhkan, menjaga kebersihan, dan membangun lingkungan yang penuh kasih sayang. Saya berharap pembiasaan religius ini semakin menguatkan karakter anak-anak, baik di madrasah maupun di masyarakat,” ungkap Euis.
Ia berharap nilai spiritual yang ditanamkan melalui kegiatan bersama dapat berjalan seiring dengan pengembangan kepedulian sosial. Dengan demikian, murid tidak hanya memahami pentingnya ibadah, tetapi juga menyadari bahwa berbuat baik kepada sesama merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman.
Dari Mushalla Kampus 2, Meneguhkan Semangat Santri Masa Kini
Kegiatan Khotmil Qur’an dan pembacaan Sholawat Nariyah dalam rangka Hari Santri 2026 memperlihatkan komitmen MTsN 2 Probolinggo dalam merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat pendidikan karakter.
Keterlibatan seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan murid menjadi gambaran bahwa budaya religius tumbuh melalui kebersamaan. Ketika nilai-nilai keislaman dihidupkan secara konsisten, madrasah memiliki ruang yang lebih kuat untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Semangat Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi masa kini tidak hanya diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui kemampuan menjaga moralitas, menghormati perbedaan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Dari Mushalla Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo, gema ayat suci dan sholawat menjadi simbol tekad untuk terus menghadirkan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan, keimanan, dan kemanusiaan.
Al-Qur’an menjadi pedoman, sholawat menjadi ungkapan cinta, dan akhlak menjadi bukti. Itulah semangat Hari Santri yang diharapkan terus hidup dalam setiap langkah keluarga besar MTsN 2 Probolinggo.
TIM REDAKSI
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout dan Desain: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer dan Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
HARI SANTRI 2026: MTsN 2 PROBOLINGGO HADIR DALAM KHOTMIL QUR’AN, SHOLAWAT NARIYAH, DAN TASYAKURAN KANKEMENAG
PAJARAKAN – Menguatkan tradisi keilmuan Islam sekaligus merawat semangat perjuangan santri, Kepala MTsN 2 Probolinggo, H. Ernawiyadi, S.Ag., bersama jajaran Wakil Kepala Madrasah
41 HAFIZ DAN HAFIZAH MUDA MTsN 2 PROBOLINGGO MELANGKAH KE UNISMA: MERAYAKAN CINTA AL-QUR’AN DI WISUDA AKBAR JAWA TIMUR KE-7
PAJARAKAN – Sebanyak 41 murid MTsN 2 Probolinggo mengikuti Wisuda Akbar Jawa Timur Tahfidzul Qur’an Ke-7 yang diselenggarakan Rumah Tahfidz Center (RTC) Jawa Timur bersinerg
SIGAP SAAT DARURAT, PEDULI SESAMA: PMR MTsN 2 PROBOLINGGO ASAH KETERAMPILAN PERTOLONGAN PATAH TULANG
PAJARAKAN – Kepedulian tidak cukup tumbuh dari niat baik; ia membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan bertindak. Semangat itulah yang mewarnai latihan ekstrakurikuler P
RAPAT DINAS OKTOBER MTsN 2 PROBOLINGGO: SATUKAN LANGKAH, LEPAS PENGABDIAN, SIAPKAN MADRASAH BERPRESTASI
PAJARAKAN – MTsN 2 Probolinggo menggelar Rapat Dinas Bulan Oktober 2026 di Ruang Guru, Jumat (16/10/2026), pukul 14.00 WIB. Rapat ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi
JUMAT SEHAT MTsN 2 PROBOLINGGO: IRAMA SENAM, ENERGI KEBERSAMAAN, DAN SEMANGAT MERAIH PRESTASI
PAJARAKAN – Halaman Lokal Utara, Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo, berubah menjadi ruang penuh energi dan keceriaan pada Jumat pagi (16/10/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, siswa mengikuti
