Gerakan Bersih Masjid Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Warga Madrasah Bergotong Royong Rawat Rumah Ibadah dan Lingkungan
PROBOLINGGO – Usai menunaikan Salat Dhuha berjamaah, keluarga besar MTsN 2 Probolinggo tidak langsung kembali ke ruang kelas. Pada Senin, 10 Agustus 2026, sejak pukul 07.00 WIB, seluruh peserta didik bersama Pendamping Akademik, guru jam pertama, dan tenaga kependidikan bergerak serentak dalam kegiatan Gerakan Bersih Masjid (GEBER MAS).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo sebagai implementasi program Menteri Agama Republik Indonesia, sekaligus menjadi salah satu bentuk pengamalan semangat gotong royong dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Bagi MTsN 2 Probolinggo, GEBER MAS bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Gerakan tersebut menjadi pembelajaran nyata bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus bentuk penguatan karakter religius dan sosial peserta didik.
Dari Ibadah Menuju Aksi Nyata
Suasana pagi di lingkungan madrasah terasa berbeda. Setelah Salat Dhuha berjamaah, peserta didik diarahkan menuju lokasi masing-masing sesuai pembagian kapling yang telah ditentukan.
Sapu, alat kebersihan, dan perlengkapan lainnya menjadi bagian dari aktivitas pagi itu. Peserta didik bekerja bersama dalam kelompok, membersihkan halaman, taman, tempat wudu, ruang kelas, kamar mandi, hingga area sekitar masjid dan mushalla.
Kegiatan tersebut memperlihatkan wajah pendidikan yang lebih luas: pembelajaran tidak selalu berlangsung di balik meja dan papan tulis. Nilai kedisiplinan, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian, dan cinta lingkungan justru tumbuh melalui pengalaman langsung.
Pelaksana Teknis Nur Hotimah, S.H.I., turut memastikan pembagian tugas dan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana.
Kampus 1: Masjid, Mushalla, Taman hingga Ruang Hijau
Untuk lingkungan lokal selatan/Kampus 1, pembagian kapling melibatkan peserta didik kelas IX dan VIII. Setiap kelas memperoleh wilayah tanggung jawab masing-masing.
Kelas 9A bertanggung jawab pada Mushalla Selatan, kamar mandi, serta tempat wudu putra, sedangkan 9B menangani Mushalla Selatan dan tempat wudu putri.
Sementara itu, 9C mendapat bagian taman depan Laboratorium IPA, sedangkan 9D membersihkan taman depan Laboratorium Komputer hingga taman 9C.
Kelas 9E dan 9F bertugas di area greenhouse belakang kelas 9B dan 9C.
Di jenjang kelas VIII, 8A menangani taman depan kelas 8A, taman depan SKS, serta area belakang kelas 8A. Kelas 8B mendapat kapling taman depan kelas 8B dan taman depan ruang guru, sementara 8 PDCI bertanggung jawab pada taman depan PDCI dan area depan perpustakaan.
Pembagian tersebut membuat seluruh area Kampus 1 memiliki penanggung jawab yang jelas sehingga kegiatan dapat berlangsung secara terarah dan efektif.
Kampus 2: Gerakan Serentak Menjaga Masjid dan Madrasah
Semangat yang sama juga berlangsung di lokal utara/Kampus 2. Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX bergerak sesuai kapling masing-masing.
Kelas 7A bertugas di area selatan Masjid Utara, sebelah barat Ma'had, dengan kebutuhan alat berupa sapu lidi. 7B menangani masjid sebelah selatan, tempat wudu putra dan bagian dalam masjid.
Kelas 7C bertugas di Masjid Utara, tempat wudu putri dan halaman masjid. Selanjutnya, 7D mendapat bagian belakang gedung SBSN, sedangkan 7E dan 7F bertanggung jawab pada lapangan baru sebelah barat dan sebelah timur.
Kelas 7G, 7H, dan 7I masing-masing bertugas menjaga ruang kelas dan taman di wilayahnya.
Pada tingkat kelas VIII, 8C mendapat tanggung jawab kelas dan taman 8C. 8D menangani kelas, taman, serta kamar mandi putri di sebelah timur 8D. Kelas 8E bertugas di kelas, taman, serta belakang 8E, sedangkan 8F menangani ruang kelas, taman, serta belakang 8F.
Kelas 8G dan 8H masing-masing bertanggung jawab atas ruang kelas dan taman. Sementara 8I menangani ruang kelas, taman, serta area timur 8I di sebelah utara.
Adapun kelas IX melengkapi gerakan tersebut. 9G bertugas pada ruang kelas, taman, serta belakang kelas 9G. 9H menangani ruang kelas, taman, serta area timur 9I, sedangkan 9I bertanggung jawab atas ruang kelas dan area sebelah timur 9I.
Pembagian kapling tersebut menjadikan GEBER MAS sebagai gerakan bersama yang menyentuh hampir seluruh sudut lingkungan Kampus 1 dan Kampus 2.
Kepala Madrasah: Kebersihan adalah Bagian dari Pendidikan Karakter
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., memberikan apresiasi atas keterlibatan seluruh warga madrasah dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan GEBER MAS merupakan kesempatan bagi peserta didik untuk menerjemahkan nilai-nilai keagamaan ke dalam tindakan nyata. Menjaga kebersihan masjid dan lingkungan bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan latihan membangun karakter yang peduli, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan.
Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dalam kehidupan warga madrasah.
“Anak-anak kita tidak hanya perlu diajarkan bahwa kebersihan itu penting, tetapi juga perlu diberi ruang untuk mengalami dan melakukannya secara langsung. Ketika mereka bersama-sama membersihkan masjid, taman, kelas, dan lingkungan, sesungguhnya mereka sedang belajar tentang tanggung jawab, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian. Inilah pendidikan karakter yang hidup.”
Waka Kesiswaan: Gotong Royong Menjadi Pembelajaran Kehidupan
Waka Bidang Kesiswaan Erma Yuli Astutik, M.Pd.I., menilai GEBER MAS memiliki nilai edukatif yang sangat kuat karena melibatkan seluruh peserta didik secara langsung.
Menurutnya, pembagian kapling membuat setiap kelas memiliki rasa tanggung jawab terhadap wilayah yang dipercayakan. Dari proses tersebut, peserta didik belajar bahwa lingkungan yang bersih bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kepedulian bersama.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa kebersihan bukan tugas petugas kebersihan saja. Semua warga madrasah memiliki tanggung jawab. Ketika satu kelas menjaga satu area, kemudian seluruh kelas bergerak bersama, lahirlah budaya gotong royong. Dari sinilah karakter kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial tumbuh.”
Ia juga berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana namun berdampak, salah satunya dengan menjaga kebersihan dan fasilitas umum.
Kholil: Masjid Bersih, Ibadah Nyaman, Karakter Terbentuk
Sementara itu, Kholil, S.Ag., selaku Koordinator Pelaksana Teknis sekaligus Koordinator MGMP PAI MTsN 2 Probolinggo, menegaskan bahwa GEBER MAS memiliki dimensi keagamaan yang kuat.
Baginya, masjid dan mushalla bukan sekadar bangunan fisik, tetapi merupakan pusat pembentukan karakter spiritual. Karena itu, merawat kebersihan rumah ibadah menjadi bagian dari pendidikan keagamaan yang perlu dibiasakan sejak usia sekolah.
“GEBER MAS kita maknai sebagai gerakan membersihkan tempat sekaligus membersihkan kesadaran. Ketika anak-anak terbiasa menjaga masjid, mushalla, tempat wudu, dan lingkungan, mereka sedang belajar menghormati tempat ibadah sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan. Harapannya, kebiasaan ini tidak berhenti di madrasah, tetapi mereka bawa pulang ke rumah dan lingkungan masyarakat.”
Ia menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan setelah Salat Dhuha berjamaah memberikan pesan simbolis yang kuat: ibadah dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan.
Ketika Kebersihan Menjadi Bahasa Persatuan
Ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar lingkungan yang tampak bersih setelah kegiatan GEBER MAS. Di balik sapu yang bergerak, taman yang dirapikan, tempat wudu yang dibersihkan, dan halaman yang ditata, terdapat proses pendidikan yang berlangsung secara alami.
Peserta didik belajar bahwa setiap orang memiliki peran. Guru memberikan arahan, tenaga kependidikan mendukung pelaksanaan, sementara peserta didik menjadi pelaku utama gerakan.
Tidak ada sekat kelas ketika seluruh warga madrasah bergerak dalam satu tujuan: menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan bernilai ibadah.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata penghayatan terhadap nilai gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia.
GEBER MAS, Merawat Masjid, Merawat Generasi
Pelaksanaan Gerakan Bersih Masjid di MTsN 2 Probolinggo menjadi momentum penting untuk mempertemukan tiga nilai sekaligus: religiusitas, kepedulian lingkungan, dan semangat kebangsaan.
Masjid yang bersih menghadirkan kenyamanan dalam beribadah. Lingkungan yang terawat menghadirkan kesehatan dan kenyamanan dalam belajar. Sementara budaya gotong royong membangun karakter generasi yang tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga memahami arti kepedulian dan tanggung jawab.
Di tengah semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, MTsN 2 Probolinggo memilih cara yang sederhana namun penuh makna: bergerak bersama, membersihkan bersama, dan merawat bersama.
Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang merawat negeri melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan ketulusan.
Dari masjid yang bersih, lahir kenyamanan beribadah. Dari lingkungan yang terawat, tumbuh kesehatan. Dan dari budaya gotong royong, lahir generasi yang peduli.
REDAKSI
Penulis : Juarnis Retno W.
Editor : Yudi Setiawan
Layout & Design : Ihya'ulumuddin
Publisher : Andri Yodha & Okky Buyung Firmansyah
Fotografer : Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor : Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
ORABA PMR MTsN 2 Probolinggo Bekali Anggota Baru dengan Kepalangmerahan, Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Permainan Edukatif
Pajarakan, 8 Agustus 2026 – Semangat kemanusiaan dan keceriaan mewarnai halaman Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Organisasi Palang Merah Remaja (PMR) Unit M
MTsN 2 Probolinggo Gelar Jumat Istighosah Serentak, Menanamkan Karakter Spiritual dan Memperkokoh Akhlak Generasi Madrasah
PROBOLINGGO, 7 Agustus 2026 – Dalam upaya membangun generasi yang unggul tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak mulia, MTsN 2 Pr
Tujuh Duta MTsN 2 Probolinggo Warnai Temu Bocah Hari Anak Nasional 2026
Menguatkan Suara Anak, Menumbuhkan Kepemimpinan dan Karakter Generasi Emas di Pesisir Bentar PROBOLINGGO – Komitmen MTsN 2 Probolinggo dalam membentuk generasi yang cerdas, berka
Menguatkan Kepedulian, Menumbuhkan Percaya Diri
DWP Unit MTsN 2 Probolinggo Ikuti Parenting Pendidikan Inklusif, Wujud Nyata Membangun Generasi yang Ramah dan Berdaya PROBOLINGGO – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas ke
MTsN 2 Probolinggo Resmi Luncurkan MADANI, Era Baru Digitalisasi Pembelajaran Dimulai
Aplikasi "Madrasah Digital dan Inovatif" Hadir untuk Mewujudkan Pembelajaran Transparan, Efektif, dan Terpantau Secara Real Time Probolinggo – MTsN 2 Probolinggo kembali menunjuk
