• MTS NEGERI 2 PROBOLINGGO
  • MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

MGMP TKA-AN 2027 KKM MTs Probolinggo 2 Mulai Langkah Strategis

Dari Pemetaan Materi hingga Analisis Try Out, Guru Dipersiapkan Menghadapi Asesmen Berbasis Kompetensi

Pajarakan — Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) 2027 mulai digerakkan secara terstruktur oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs se-KKM MTs Probolinggo 2. Langkah awal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan perdana MGMP Mata Pelajaran TKA-AN 2027 yang berlangsung di Aula 1 MTsN 2 Probolinggo, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu menjadi ruang strategis bagi para guru mata pelajaran, khususnya Matematika dan Bahasa Indonesia, untuk menyamakan persepsi, memetakan kebutuhan pembelajaran, sekaligus merancang strategi menghadapi pelaksanaan asesmen mendatang.

Agenda tersebut tidak sekadar diarahkan pada penyusunan soal, tetapi juga membangun ekosistem persiapan yang utuh—mulai dari pemetaan kurikulum, penyelarasan materi, pengembangan kisi-kisi, penyusunan bank soal, pembekalan teknis, simulasi, hingga analisis hasil evaluasi.

Kepala MTsN 2 Probolinggo sekaligus Ketua KKM MTs Probolinggo 2, Ernawiyadi, S.Ag., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi asesmen tidak dapat dibangun secara instan. Menurutnya, kesiapan harus dimulai dari proses pembelajaran yang terarah dan kolaborasi antarguru.

“TKA maupun asesmen lainnya harus kita sikapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu, MGMP harus menjadi ruang untuk menyatukan langkah, berbagi pengalaman, menyusun strategi, dan memastikan materi yang diberikan kepada siswa benar-benar mengarah pada kemampuan berpikir, bernalar, memahami informasi, serta memecahkan masalah,” ujar Ernawiyadi.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas madrasah di lingkungan KKM menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan standar pembelajaran yang lebih terukur.

“Jangan sampai masing-masing madrasah berjalan sendiri. Melalui MGMP, kita dapat membangun kesamaan persepsi dan menghasilkan perangkat pembelajaran maupun instrumen evaluasi yang berkualitas. Harapannya, guru semakin siap dan siswa mendapatkan pendampingan yang lebih sistematis,” imbuhnya.

Pemetaan Menjadi Fondasi Awal

Dalam kegiatan perdana tersebut, pembahasan diarahkan pada pemetaan dan penyelarasan kurikulum. Guru didorong untuk melakukan bedah terhadap elemen, sub-elemen, indikator, serta kompetensi esensial yang menjadi bagian penting dalam asesmen.

Pemetaan tersebut kemudian dikaitkan dengan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan cakupan materi di masing-masing madrasah. Langkah ini dinilai penting agar proses pembelajaran tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi juga memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, penalaran, dan berpikir kritis.

Pengawas Madrasah, Dra. Hj. Nur Syamsiah Rohweni, MM., dalam arahannya menekankan pentingnya MGMP sebagai pusat penguatan profesionalisme guru.

Menurutnya, persiapan TKA-AN harus ditempatkan dalam kerangka peningkatan mutu pembelajaran, bukan sekadar persiapan menghadapi sebuah tes.

“Guru perlu memahami bahwa asesmen merupakan bagian dari proses pembelajaran. Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan siswa menjawab soal, tetapi kemampuan memahami, menganalisis, menalar, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mereka terima,” tutur Nur Syamsiah.

Ia juga mendorong agar hasil pemetaan MGMP nantinya dapat menjadi pijakan bagi guru dalam memperbaiki strategi pembelajaran di kelas.

“Ketika kita mengetahui kompetensi mana yang sudah kuat dan mana yang masih perlu diperkuat, maka tindak lanjut pembelajaran akan menjadi lebih terarah. Di sinilah fungsi MGMP menjadi sangat penting,” tambahnya.

Dari Kisi-Kisi Menuju Bank Soal Berkualitas

Tahapan berikutnya diarahkan pada pengayaan kisi-kisi dan penyusunan bank soal standar MGMP. Para guru diharapkan mampu merumuskan kisi-kisi secara bersama sehingga soal yang dihasilkan memiliki keselarasan dengan kompetensi yang hendak diukur.

Tidak berhenti pada penyusunan soal, MGMP juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam membuat soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), terutama soal yang menuntut kemampuan literasi, numerasi, penalaran, analisis, dan pemecahan masalah.

Setiap butir soal nantinya perlu melalui proses telaah dan validasi secara kolektif. Mekanisme peer-review antarguru menjadi salah satu strategi untuk memastikan soal memiliki konstruksi yang baik, materi yang tepat, tingkat kesukaran yang proporsional, serta mampu mengukur kompetensi siswa secara objektif.

Pengawas Madrasah Ismawati, M.Pd., menekankan bahwa kualitas instrumen asesmen sangat berkaitan dengan kualitas proses pembelajaran yang dibangun guru.

“Kita perlu membiasakan guru untuk tidak hanya bertanya ‘apa jawabannya’, tetapi juga ‘bagaimana proses berpikir untuk menemukan jawabannya’. Soal yang baik harus mampu memberikan gambaran tentang kemampuan siswa dalam memahami persoalan dan menggunakan penalarannya,” jelas Ismawati.

Ia berharap MGMP mampu menjadi forum produktif yang menghasilkan perangkat dan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata di masing-masing madrasah.

Dua Mata Pelajaran, Dua Perspektif, Satu Tujuan

Kegiatan MGMP perdana ini diikuti oleh guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di lingkungan MTs se-KKM MTs Probolinggo 2.

Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, kegiatan menghadirkan Indah Permata Sari, S.Pd. sebagai narasumber. Sementara bidang Matematika menghadirkan Hustiawan Adha Cahyono, S.Pd.

Kedua mata pelajaran tersebut memiliki posisi strategis dalam penguatan kemampuan akademik siswa, terutama dalam membangun kecakapan memahami informasi, mengolah data, bernalar, menyelesaikan persoalan, dan mengomunikasikan gagasan secara tepat.

Melalui forum MGMP, guru tidak hanya diarahkan untuk menyusun soal, tetapi juga mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat mengintegrasikan kemampuan tersebut dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Guru Dipersiapkan, Siswa Dikuatkan

Selain pengembangan materi dan instrumen, persiapan juga mencakup pelatihan dan pembekalan teknis bagi guru. Diskusi dan sharing session diarahkan untuk memperkaya pemahaman pedagogis, khususnya mengenai pembelajaran yang mengintegrasikan penalaran kritis.

Penguasaan terhadap platform ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) juga menjadi bagian penting. Guru perlu memahami karakteristik sistem digital, mekanisme pelaksanaan, hingga kondisi teknis yang mungkin muncul dalam proses simulasi maupun pelaksanaan asesmen.

Tahap selanjutnya akan diarahkan pada simulasi dan uji coba lintas madrasah. MGMP diharapkan dapat menyusun paket latihan bersama yang dapat digunakan oleh sekolah atau madrasah anggota.

Simulasi tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi sarana membangun kesiapan teknis dan psikologis dalam menghadapi sistem asesmen yang sesungguhnya.

Hasil Try Out Tak Berhenti pada Angka

Salah satu bagian penting yang menjadi perhatian adalah analisis hasil try out. Nilai yang diperoleh siswa tidak boleh berhenti sebagai angka dalam tabel, tetapi harus dibaca sebagai data untuk menentukan arah pembelajaran berikutnya.

Melalui analisis tingkat kesukaran, daya beda, serta pola kesalahan siswa, guru dapat mengidentifikasi kompetensi yang masih lemah.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan program remedial dan pengayaan, termasuk clinic pembelajaran maupun drilling soal pada indikator tertentu yang membutuhkan penguatan.

Dengan pola tersebut, asesmen diharapkan menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu yang berkelanjutan: memetakan, mengajarkan, mengukur, menganalisis, memperbaiki, dan menguatkan kembali.

Meneguhkan Tradisi Kolaborasi

Bagi KKM MTs Probolinggo 2, kegiatan perdana MGMP TKA-AN 2027 menjadi momentum untuk membangun tradisi kolaborasi yang lebih kuat antarpendidik dan antar-madrasah.

Kepala MTsN 2 Probolinggo Ernawiyadi, S.Ag. kembali menegaskan bahwa kualitas pendidikan akan tumbuh ketika guru memiliki ruang untuk belajar dan berkembang bersama.

“Kita ingin MGMP ini bukan hanya menghasilkan administrasi atau kumpulan soal. Lebih dari itu, kita ingin membangun budaya kolaborasi. Guru saling berbagi praktik baik, saling memberikan masukan, dan bersama-sama mencari solusi terhadap tantangan pembelajaran,” ungkapnya.

Ia berharap proses yang dimulai pada kegiatan perdana tersebut dapat berlanjut secara konsisten hingga menghasilkan kesiapan yang semakin matang menghadapi TKA-AN 2027.

“Kuncinya adalah konsistensi. Hari ini kita mulai dengan pemetaan dan penyamaan persepsi. Berikutnya harus ada tindak lanjut yang jelas, sehingga setiap tahapan benar-benar memberikan dampak terhadap pembelajaran dan kesiapan siswa,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, MGMP Mata Pelajaran TKA-AN 2027 KKM MTs Probolinggo 2 menapaki tahap awal persiapan dengan satu orientasi utama: menguatkan kualitas guru untuk menguatkan kemampuan siswa.

Sebab, di balik setiap asesmen yang berkualitas, terdapat proses pembelajaran yang terencana, guru yang terus belajar, serta ekosistem pendidikan yang bergerak bersama.


Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SUPERVISI TAHAP 2: MENAJAMKAN KUALITAS PEMBELAJARAN, MENGUATKAN REFLEKSI GURU

Pengawas Madrasah Bedah Proses Pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan IPS di MTsN 2 Probolinggo Pajarakan — Upaya menjaga kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah teru

23/09/2026 21:49 WIB - Administrator
SATUKAN LANGKAH, KKM MTs PROBOLINGGO 2 MATANGKAN AGENDA PRESTASI DAN ASESMEN 2027

Kepala MTs Se-KKM Probolinggo 2 Berkumpul di MTsN 2 Probolinggo, Evaluasi Porseni hingga Persiapan Porseni Provinsi dan TKA-AN Tahun 2027 PAJARAKAN — Langkah bersama untuk memper

23/09/2026 10:02 WIB - Administrator
Usai Skrining Kesehatan, Sembilan Kelas Siswa Kelas VII MTsN 2 Probolinggo Ikuti Sosialisasi di Mushalla Kampus 2

PAJARAKAN — Upaya membangun generasi muda yang sehat tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatan juga perlu ditanamkan sejak bangk

21/09/2026 12:01 WIB - Administrator
SEHAT SEJAK DINI, PUSKESMAS PAJARAKAN SKRINING KESEHATAN SISWA KELAS VII

Sembilan Kelas Ikuti Pemeriksaan Kesehatan, MTsN 2 Probolinggo Perkuat Komitmen Membangun Generasi Sehat dan Siap Belajar PAJARAKAN — Kesehatan menjadi salah satu fondasi penting

21/09/2026 11:29 WIB - Administrator
DEWI KUSUMA WARDANI UKIR PRESTASI GEMILANG, JUARA 1 OLIMPIADE SAINS JAWA TIMUR

Tampil di The Winner Season 9, Siswi MTsN 2 Probolinggo Buktikan Ketekunan Melahirkan Prestasi PAJARAKAN — Gemerlap prestasi kembali menerangi perjalanan akademik MTsN 2 Probolin

21/09/2026 09:20 WIB - Administrator