Tim BK MTsN 2 Probolinggo Bekali Siswa Kelas VII dengan Pemahaman Tata Tertib Madrasah
Pajarakan — Tim Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Probolinggo memberikan pembinaan tata tertib kepada seluruh siswa kelas VII di Mushalla Kampus 2 (Lokal Utara), Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kesiswaan untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat pemahaman siswa baru terhadap aturan, tanggung jawab, dan budaya disiplin yang berlaku di lingkungan madrasah.
Seluruh siswa kelas VII mengikuti pembinaan secara bersama. Tim BK menyampaikan berbagai ketentuan yang berkaitan dengan kedisiplinan, kehadiran, ketertiban selama kegiatan pembelajaran, etika pergaulan, penggunaan fasilitas madrasah, serta sikap dan perilaku siswa di lingkungan sekolah.
Materi pembinaan tidak hanya menekankan kewajiban siswa menaati aturan, tetapi juga menjelaskan alasan dan tujuan di balik setiap tata tertib. Pemahaman tersebut diharapkan membantu siswa menempatkan aturan sebagai bagian dari tanggung jawab mereka sebagai peserta didik.
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menegaskan bahwa pembinaan disiplin perlu dimulai sejak siswa memasuki lingkungan madrasah.
“Tata tertib bukan sekadar kumpulan larangan. Aturan menjadi pedoman agar seluruh siswa dapat belajar dalam lingkungan yang tertib, aman, dan saling menghargai. Karena itu, sejak kelas VII siswa perlu memahami aturan sekaligus konsekuensi dari setiap tindakan,” ujar Ernawiyadi.
Menurutnya, pembinaan akan lebih efektif jika madrasah tidak hanya menyampaikan aturan, tetapi juga memberikan pendampingan secara konsisten.
“Kita ingin membangun kesadaran, bukan sekadar kepatuhan karena takut terhadap sanksi. Siswa perlu memahami bahwa disiplin berkaitan langsung dengan tanggung jawab dan pembentukan karakter,” katanya.
BK Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
Waka Bidang Kesiswaan Erma Yuli Astutik, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan pembinaan tata tertib menjadi salah satu instrumen penting dalam mendampingi siswa beradaptasi dengan lingkungan madrasah.
Siswa kelas VII berada pada tahap awal memasuki jenjang pendidikan baru dengan pola belajar, lingkungan sosial, dan tanggung jawab yang berbeda. Karena itu, pemahaman terhadap aturan perlu diberikan secara jelas sejak awal.
“Anak-anak perlu mengetahui batasan yang harus dijaga, hak yang mereka miliki, serta kewajiban yang harus mereka jalankan. Dengan pemahaman itu, mereka dapat menyesuaikan diri dengan budaya madrasah tanpa kehilangan ruang untuk berkembang,” tutur Erma.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara siswa, guru, wali kelas, Tim BK, dan orang tua dalam menjaga kedisiplinan.
“Pembinaan tidak dapat dibebankan kepada BK saja. Kesiswaan, wali kelas, guru, dan orang tua memiliki peran yang saling melengkapi. Ketika komunikasi berjalan baik, persoalan kedisiplinan dapat ditangani lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Aturan Dikenalkan, Kesadaran Dibangun
Dalam pembinaan tersebut, siswa diarahkan memahami tata tertib sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di madrasah. Kedisiplinan waktu, kepatuhan terhadap ketentuan pembelajaran, menjaga kebersihan dan fasilitas, berpakaian sesuai ketentuan, serta membangun hubungan yang santun dengan warga madrasah menjadi bagian dari nilai yang ditekankan.
Tim BK juga memberikan ruang bagi siswa untuk memahami berbagai situasi yang mungkin mereka hadapi selama berada di lingkungan madrasah. Pendekatan tersebut membuat pembinaan tidak berhenti pada penyampaian daftar aturan, tetapi diarahkan pada pembentukan sikap bertanggung jawab.
Bagi siswa kelas VII, pembinaan ini menjadi bekal awal untuk mengenali karakter dan budaya MTsN 2 Probolinggo. Mereka diharapkan mampu menjalankan tata tertib dengan kesadaran serta memahami bahwa setiap hak selalu berjalan bersama kewajiban.
Kepala Madrasah Ernawiyadi menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci dalam penerapan tata tertib.
“Aturan harus diterapkan secara jelas, konsisten, dan edukatif. Ketika terjadi pelanggaran, penanganannya harus tetap mengedepankan pembinaan agar siswa memahami kesalahannya dan mampu memperbaiki perilakunya,” tegasnya.
Pembinaan tata tertib bagi siswa kelas VII tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara BK dan bidang kesiswaan dalam menciptakan lingkungan madrasah yang tertib dan mendukung proses belajar.
Bagi MTsN 2 Probolinggo, kedisiplinan bukan hanya persoalan kepatuhan terhadap aturan, tetapi bagian dari proses pendidikan yang membentuk siswa agar mampu bertanggung jawab atas pilihan dan tindakannya.
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
JUMAT LITERASI PKN: MEMBACA KONSTITUSI, MEMBANGUN KESADARAN KEWARGANEGARAAN
Siswa MTsN 2 Probolinggo Awali Pagi dengan Literasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pajarakan — Suasana pembelajaran di MTsN 2 Probolinggo dimulai dengan kegiatan Jumat
SUPERVISI TAHAP 2: MENAJAMKAN KUALITAS PEMBELAJARAN, MENGUATKAN REFLEKSI GURU
Pengawas Madrasah Bedah Proses Pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan IPS di MTsN 2 Probolinggo Pajarakan — Upaya menjaga kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah teru
MGMP TKA-AN 2027 KKM MTs Probolinggo 2 Mulai Langkah Strategis
Dari Pemetaan Materi hingga Analisis Try Out, Guru Dipersiapkan Menghadapi Asesmen Berbasis Kompetensi Pajarakan — Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen N
SATUKAN LANGKAH, KKM MTs PROBOLINGGO 2 MATANGKAN AGENDA PRESTASI DAN ASESMEN 2027
Kepala MTs Se-KKM Probolinggo 2 Berkumpul di MTsN 2 Probolinggo, Evaluasi Porseni hingga Persiapan Porseni Provinsi dan TKA-AN Tahun 2027 PAJARAKAN — Langkah bersama untuk memper
Usai Skrining Kesehatan, Sembilan Kelas Siswa Kelas VII MTsN 2 Probolinggo Ikuti Sosialisasi di Mushalla Kampus 2
PAJARAKAN — Upaya membangun generasi muda yang sehat tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatan juga perlu ditanamkan sejak bangk
