GURU IPA MENEMBUS ERA DIGITAL: MTsN 2 PROBOLINGGO PERKUAT KOMPETENSI MENUJU MADRASAH GLOBAL
Pajarakan — Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru terus beradaptasi, berinovasi, dan memperbarui kompetensi profesional. Menjawab tantangan tersebut, MTsN 2 Probolinggo berpartisipasi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru IPA bertema “Digitalisasi Pembelajaran Guru IPA: Penguatan Kemampuan Guru IPA MTs Menuju Madrasah Global” yang diselenggarakan oleh MGMP IPA Madrasah Jawa Timur.
Kegiatan dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) MGMP IPA MTs Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (28–29 Oktober 2026), bertempat di Hotel Purnama, Kota Batu, Jawa Timur.
MTsN 2 Probolinggo mengirimkan Okky Buyung Firmansyah, S.Pd., sebagai perwakilan untuk mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi tersebut. Bimtek ini turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Sugiyo, M.Pd., yang kehadirannya menandai pentingnya peningkatan kualitas guru madrasah dalam menghadapi perkembangan pendidikan berbasis teknologi.
Keikutsertaan MTsN 2 Probolinggo menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan belajar peserta didik, guru dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu merancang pengalaman belajar yang relevan, interaktif, dan mendorong kemampuan berpikir kritis.
Digitalisasi Bukan Sekadar Teknologi, Melainkan Strategi Pembelajaran
Digitalisasi pembelajaran tidak cukup dimaknai sebagai penggunaan perangkat elektronik di ruang kelas. Lebih dari itu, teknologi perlu diintegrasikan secara tepat ke dalam proses pembelajaran agar membantu murid memahami konsep, mengeksplorasi fenomena ilmiah, dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.
Dalam pembelajaran IPA, pemanfaatan media digital dapat membuka ruang bagi visualisasi konsep yang sulit diamati secara langsung, penyajian simulasi fenomena alam, pengolahan data sederhana, hingga akses terhadap sumber belajar yang lebih beragam.
Melalui penguatan kompetensi guru, Bimtek PKB MGMP IPA MTs Jawa Timur diharapkan menjadi wadah berbagi pengetahuan, bertukar pengalaman, dan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Tema “Menuju Madrasah Global” juga menegaskan pentingnya kesiapan madrasah untuk mengikuti perkembangan pendidikan tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai keislaman. Teknologi menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan meningkatkan mutu pembelajaran, sedangkan guru tetap memegang peran utama dalam membimbing, mengarahkan, dan membentuk karakter murid.
Ernawiyadi: Kompetensi Guru Harus Terus Bertumbuh
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., M.Pd., menilai pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan kebutuhan penting bagi guru di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Menurutnya, guru perlu terus meningkatkan kapasitas profesional agar mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
“Guru harus terus belajar dan mengembangkan kompetensinya agar pembelajaran tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Digitalisasi perlu dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman belajar murid, memperjelas pemahaman konsep, dan mendorong mereka lebih aktif dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap berorientasi pada tujuan pendidikan. Perangkat digital bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif, mengembangkan kreativitas peserta didik, dan memperluas akses terhadap sumber belajar.
Ernawiyadi berharap keikutsertaan perwakilan MTsN 2 Probolinggo dalam kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pembelajaran IPA di madrasah. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada rekan sejawat sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta yang hadir.
“Madrasah perlu terus membuka ruang bagi guru untuk berinovasi. Dengan kompetensi yang terus diperbarui, kita berharap pembelajaran semakin bermakna dan mampu mempersiapkan murid menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Su’udi: Hasil Bimtek Harus Bermuara pada Mutu Pembelajaran
Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Su’udi, S.Pd., memandang kegiatan Bimtek sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat kualitas pembelajaran melalui peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan proses belajar yang inovatif.
Menurutnya, pengembangan kompetensi guru akan memberikan dampak lebih besar apabila hasil pelatihan diterapkan dalam praktik pembelajaran dan dibagikan kepada komunitas guru di lingkungan madrasah.
“Peningkatan kompetensi guru harus bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Penguasaan teknologi perlu diikuti kemampuan memilih media yang sesuai, menyusun aktivitas belajar yang terarah, serta mengevaluasi pemahaman murid secara tepat,” tuturnya.
Su’udi menambahkan bahwa pembelajaran IPA memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan digital yang mendukung pengamatan, eksplorasi, dan pemahaman konsep ilmiah. Namun, penerapannya tetap harus mempertimbangkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta ketersediaan sarana pendukung.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh Okky Buyung Firmansyah selama mengikuti Bimtek dapat menjadi bahan pengembangan dan berbagi praktik baik bersama guru IPA maupun pendidik lainnya.
Dengan demikian, kegiatan pengembangan profesi tidak hanya menjadi agenda peningkatan kompetensi individual, tetapi juga bagian dari upaya bersama membangun budaya belajar dan berinovasi di lingkungan MTsN 2 Probolinggo.
Okky Buyung Firmansyah, Membawa Semangat Inovasi ke Madrasah
Sebagai perwakilan MTsN 2 Probolinggo, keikutsertaan Okky Buyung Firmansyah, S.Pd., menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan pembelajaran IPA berbasis digital sekaligus memperkuat jejaring profesional dengan guru madrasah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Forum MGMP memberikan ruang bagi pendidik untuk bertukar gagasan, mendiskusikan tantangan pembelajaran, dan memperkaya perspektif mengenai penggunaan teknologi secara efektif dalam pendidikan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pembelajaran IPA yang lebih kontekstual dan menarik. Murid tidak hanya diarahkan untuk menguasai teori, tetapi juga didorong memahami hubungan antara konsep ilmiah dengan fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi madrasah, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang. Kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan pendidik dalam memanfaatkannya secara kreatif, terukur, dan bertanggung jawab.
Dari Batu untuk Masa Depan Madrasah
Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru IPA melalui Program PKB MGMP IPA MTs Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesiapan guru madrasah menghadapi transformasi pendidikan.
Partisipasi MTsN 2 Probolinggo dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi, pembelajaran berkelanjutan, dan keterbukaan terhadap inovasi. Guru yang terus berkembang diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak diukur dari seberapa banyak teknologi digunakan, tetapi dari sejauh mana teknologi membantu murid memahami ilmu pengetahuan, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, dan membangun karakter.
Dari forum pengembangan kompetensi di Kota Batu, MTsN 2 Probolinggo membawa semangat untuk terus bertumbuh: memperkuat kapasitas guru, memperkaya pembelajaran, dan menyiapkan generasi madrasah yang adaptif, berdaya saing, serta siap menghadapi masa depan global.
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout dan Desain: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer dan Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
DARI KELAS, MENYALAKAN API LITERASI: MTsN 2 PROBOLINGGO KUATKAN BUDAYA BACA DAN KETRAMPILAN BERBAHASA
Jum’at Literasi Bahasa Indonesia Libatkan Murid Kelas VII, VIII, dan IX; Guru Jam Pertama Dampingi Penguatan Budaya Literasi di Ruang Belajar PAJARAKAN — Literasi bukan sek
DISIPLIN BUKAN SEKADAR ATURAN: MTsN 2 PROBOLINGGO TANAMKAN KARAKTER DAN TANGGUNG JAWAB SEJAK DINI
Tim BK Bekali Murid Kelas VII Putra dengan Pemahaman Tata Tertib untuk Membangun Budaya Madrasah yang Tertib, Santun, dan Berkarakter PAJARAKAN — Pembentukan karakter murid tidak
SATU SUMPAH, SATU BANGSA, SATU MASA DEPAN: MTsN 2 PROBOLINGGO DAN MAN 2 PROBOLINGGO KOBARKAN SEMANGAT PEMUDA INDONESIA
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persatuan dan kebangsaan menggelora di halaman Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo, Pajarakan, Rabu (28/10/2026), dalam pelaksanaan Upacara Peringatan Ha
DETEKSI DINI, GENERASI SEHAT: PUSKESMAS PAJARAKAN GELAR SKRINING KESEHATAN MURID PUTRI KELAS VIII MTsN 2 PROBOLINGGO
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Kepedulian terhadap kesehatan remaja terus diperkuat melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan lembaga pendidikan. Tim kesehatan Puskesm
PERGAPANGGU VIII GUNCANG SEMANGAT PRAMUKA DI PAJARAKAN: 330 PESERTA DARI ENAM SEKOLAH BERSATU DALAM KEMAH PERSAUDARAAN
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persaudaraan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan menyatu di halaman Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo saat Perkemahan Gabungan Pangkalan dan Gugus Depa
