DARI KELAS, MENYALAKAN API LITERASI: MTsN 2 PROBOLINGGO KUATKAN BUDAYA BACA DAN KETRAMPILAN BERBAHASA
Jum’at Literasi Bahasa Indonesia Libatkan Murid Kelas VII, VIII, dan IX; Guru Jam Pertama Dampingi Penguatan Budaya Literasi di Ruang Belajar
PAJARAKAN — Literasi bukan sekadar kemampuan membaca rangkaian kata, melainkan kecakapan memahami informasi, mengolah gagasan, dan menyampaikan pikiran secara tepat. Semangat inilah yang terus dibangun MTsN 2 Probolinggo melalui kegiatan Jum’at Literasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Jumat, 30 Oktober 2026.
Kegiatan berlangsung di kelas masing-masing dengan melibatkan seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX. Guru yang mengajar pada jam pertama mendampingi pelaksanaan kegiatan, memastikan aktivitas literasi berjalan terarah sekaligus memberi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berbahasa.
Pelaksanaan di ruang kelas menjadikan literasi dekat dengan keseharian pembelajaran. Murid tidak hanya diarahkan untuk berinteraksi dengan bacaan, tetapi juga didorong membangun kebiasaan memahami isi teks, menemukan informasi penting, memperkaya kosakata, serta menyusun pemikiran secara runtut. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan pembelajar yang aktif, kritis, dan mampu berkomunikasi dengan baik.
Literasi sebagai Fondasi Pembelajaran
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa budaya literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi bekal bagi murid untuk mengikuti berbagai mata pelajaran, bukan hanya Bahasa Indonesia.
“Literasi harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat. Murid yang terbiasa membaca, memahami informasi, dan menyampaikan gagasan akan memiliki bekal lebih kuat untuk belajar, berpikir kritis, serta menghadapi tantangan di masa depan. Karena itu, budaya literasi perlu dibangun secara konsisten melalui pembiasaan di kelas dan dukungan seluruh warga madrasah,” pesan Kepala Madrasah kepada tim redaksi.
Ernawiyadi juga menekankan bahwa penguatan literasi merupakan bagian dari upaya madrasah membentuk murid yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga mampu mengomunikasikan pemikiran secara santun, logis, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan rutin seperti Jum’at Literasi, madrasah berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa sekaligus membangun rasa ingin tahu dan kemandirian dalam belajar.
Guru Mendampingi, Murid Mengembangkan Potensi
Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Su’udi, S.Pd., menilai kegiatan Jum’at Literasi menjadi salah satu bentuk pembiasaan akademik yang mendukung proses pembelajaran di madrasah. Pendampingan guru pada jam pertama memberikan kesempatan untuk mengarahkan aktivitas literasi sesuai kebutuhan dan tingkat perkembangan murid.
“Kegiatan literasi perlu dirancang agar murid tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, mengolah, dan mengomunikasikan informasi. Melalui pembiasaan yang berkelanjutan, kami berharap kemampuan berbahasa murid semakin berkembang, baik dalam memahami teks maupun menyampaikan gagasan secara lisan dan tulisan,” ungkapnya.
Menurut Su’udi, keterampilan literasi berkaitan erat dengan keberhasilan belajar lintas mata pelajaran. Murid yang mampu memahami bacaan dengan baik akan lebih mudah menangkap instruksi, mengidentifikasi inti persoalan, menyusun jawaban, serta mengembangkan penalaran.
Karena itu, keterlibatan guru dalam mendampingi kegiatan menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Guru tidak hanya memastikan kegiatan berjalan, tetapi juga dapat mendorong murid bertanya, berdiskusi, merangkum informasi, dan menyampaikan pemahaman berdasarkan bacaan yang dipelajari.
Membaca untuk Memahami, Menulis untuk Menyampaikan Gagasan
Jum’at Literasi Bahasa Indonesia menjadi ruang pembiasaan untuk menumbuhkan kedekatan murid dengan kegiatan membaca dan menulis. Keduanya merupakan keterampilan yang saling melengkapi: membaca membantu murid memperoleh dan memahami informasi, sedangkan menulis melatih kemampuan menyusun gagasan secara terstruktur.
Pembiasaan tersebut diharapkan berkembang menjadi budaya belajar yang melekat dalam keseharian murid. Literasi yang kuat dapat membantu mereka memilah informasi, mengenali gagasan utama, membedakan fakta dan pendapat, serta menggunakan bahasa secara tepat dalam berbagai situasi.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memahami bacaan secara kritis semakin dibutuhkan. Murid perlu memiliki kecakapan untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga menelaah isi, mempertimbangkan sumber, dan menarik kesimpulan secara bertanggung jawab.
Oleh sebab itu, penguatan literasi di madrasah tidak berhenti pada kegiatan membaca di kelas. Program ini diharapkan menjadi pijakan bagi tumbuhnya kebiasaan belajar sepanjang hayat, yang didukung oleh guru, keluarga, dan lingkungan pendidikan.
Melalui Jum’at Literasi, MTsN 2 Probolinggo terus memperkuat komitmen menghadirkan pembelajaran yang mendorong murid berkembang sebagai pembaca yang cermat, penulis yang terampil, serta komunikator yang santun. Sebab, ketika membaca menjadi kebiasaan dan gagasan berani dituangkan dalam tulisan, ruang kelas tumbuh menjadi tempat lahirnya pemikiran.
TIM REDAKSI
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout dan Desain: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer dan Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
DISIPLIN BUKAN SEKADAR ATURAN: MTsN 2 PROBOLINGGO TANAMKAN KARAKTER DAN TANGGUNG JAWAB SEJAK DINI
Tim BK Bekali Murid Kelas VII Putra dengan Pemahaman Tata Tertib untuk Membangun Budaya Madrasah yang Tertib, Santun, dan Berkarakter PAJARAKAN — Pembentukan karakter murid tidak
GURU IPA MENEMBUS ERA DIGITAL: MTsN 2 PROBOLINGGO PERKUAT KOMPETENSI MENUJU MADRASAH GLOBAL
Pajarakan — Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru terus beradaptasi, berinovasi, dan memperbarui kompetensi profesional. Menjawab tantangan tersebut, MTsN
SATU SUMPAH, SATU BANGSA, SATU MASA DEPAN: MTsN 2 PROBOLINGGO DAN MAN 2 PROBOLINGGO KOBARKAN SEMANGAT PEMUDA INDONESIA
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persatuan dan kebangsaan menggelora di halaman Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo, Pajarakan, Rabu (28/10/2026), dalam pelaksanaan Upacara Peringatan Ha
DETEKSI DINI, GENERASI SEHAT: PUSKESMAS PAJARAKAN GELAR SKRINING KESEHATAN MURID PUTRI KELAS VIII MTsN 2 PROBOLINGGO
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Kepedulian terhadap kesehatan remaja terus diperkuat melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan lembaga pendidikan. Tim kesehatan Puskesm
PERGAPANGGU VIII GUNCANG SEMANGAT PRAMUKA DI PAJARAKAN: 330 PESERTA DARI ENAM SEKOLAH BERSATU DALAM KEMAH PERSAUDARAAN
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persaudaraan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan menyatu di halaman Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo saat Perkemahan Gabungan Pangkalan dan Gugus Depa
