DISIPLIN BUKAN SEKADAR ATURAN: MTsN 2 PROBOLINGGO TANAMKAN KARAKTER DAN TANGGUNG JAWAB SEJAK DINI
Tim BK Bekali Murid Kelas VII Putra dengan Pemahaman Tata Tertib untuk Membangun Budaya Madrasah yang Tertib, Santun, dan Berkarakter
PAJARAKAN — Pembentukan karakter murid tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran menaati aturan perlu ditanamkan secara konsisten melalui pembinaan yang terarah. Berangkat dari komitmen tersebut, MTsN 2 Probolinggo menggelar pembinaan tata tertib (tatib) bagi murid kelas VII putra pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Kegiatan berlangsung pukul 07.00–08.00 WIB di Musholla Lokal Utara, Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo. Tim Bimbingan dan Konseling (BK) memberikan pembinaan untuk memperkuat pemahaman murid terhadap tata tertib madrasah sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa disiplin merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Pembinaan ini menjadi salah satu langkah madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang tertib, aman, nyaman, dan kondusif. Bagi murid kelas VII yang tengah menjalani masa penyesuaian dari jenjang sekolah dasar menuju madrasah tsanawiyah, pemahaman terhadap aturan menjadi bekal penting untuk membentuk kebiasaan positif sejak awal.
Dalam pembinaan tersebut, tata tertib tidak semata-mata dipahami sebagai kumpulan larangan dan kewajiban. Lebih dari itu, aturan menjadi pedoman bagi murid untuk mengelola perilaku, menghargai waktu, menghormati guru dan sesama teman, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan.
Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Kepatuhan
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi murid yang berkarakter. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sikap, tanggung jawab, dan kemampuan murid menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Tata tertib bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan sarana untuk membentuk karakter dan melatih tanggung jawab. Kami ingin murid memahami alasan di balik setiap aturan, kemudian menjalankannya atas kesadaran sendiri. Disiplin yang tumbuh dari kesadaran akan lebih kuat daripada kepatuhan yang hanya muncul karena pengawasan,”
Ernawiyadi juga menekankan pentingnya sinergi antara madrasah, guru, tim BK, dan keluarga dalam mendampingi perkembangan murid. Pembiasaan disiplin akan memberikan hasil yang lebih baik apabila diterapkan secara konsisten, disertai keteladanan, arahan, serta pendekatan yang mendidik.
Dengan demikian, pembinaan tata tertib diharapkan tidak berhenti pada pemahaman terhadap aturan, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian murid, baik selama berada di lingkungan madrasah maupun ketika berinteraksi di luar madrasah.
BK Hadir sebagai Mitra Pembentukan Karakter
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Erma Yuli Astutik, S.Ag., M.Pd.I., memandang pembinaan tata tertib sebagai bagian penting dari pendampingan murid dalam membangun perilaku positif. Pada fase awal pendidikan di madrasah tsanawiyah, murid memerlukan arahan yang jelas agar mampu memahami batasan perilaku, mengenali konsekuensi tindakan, dan mengembangkan tanggung jawab pribadi.
“Pembinaan tata tertib perlu dilakukan dengan pendekatan yang tegas, terarah, dan tetap mendidik. Murid harus memahami bahwa setiap aturan memiliki tujuan, yaitu menjaga kenyamanan bersama dan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang tertib, santun, serta bertanggung jawab. Kami berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami saat pembinaan, tetapi benar-benar diterapkan dalam keseharian,”
Erma menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan memerlukan keterlibatan seluruh unsur madrasah. Guru, wali kelas, tim BK, dan pembina kegiatan perlu menjaga keselarasan dalam memberikan arahan sehingga murid memperoleh pendampingan yang konsisten.
Pendekatan tersebut juga menempatkan BK sebagai mitra perkembangan murid. Selain membantu menangani persoalan perilaku, layanan BK berperan dalam memberikan bimbingan preventif, menguatkan pemahaman diri, serta membantu murid mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.
Menjadikan Disiplin sebagai Budaya Madrasah
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini menjadi bagian dari upaya MTsN 2 Probolinggo menumbuhkan budaya disiplin melalui pembinaan yang terarah. Murid diharapkan mampu menerjemahkan pemahaman tentang tata tertib ke dalam tindakan nyata, mulai dari ketepatan waktu, kepatuhan terhadap ketentuan madrasah, sikap hormat kepada guru, hingga kepedulian terhadap ketertiban bersama.
Pembinaan sejak kelas VII memiliki arti strategis. Kebiasaan yang dibangun pada awal masa pendidikan dapat menjadi dasar bagi perkembangan sikap murid pada jenjang berikutnya. Karena itu, kedisiplinan perlu ditanamkan melalui komunikasi yang jelas, keteladanan orang dewasa, penguatan positif, dan tindak lanjut yang berkesinambungan.
MTsN 2 Probolinggo terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter. Dalam kerangka tersebut, tata tertib menjadi salah satu instrumen pendidikan untuk menumbuhkan keteraturan, rasa saling menghormati, serta tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas madrasah.
Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata terlihat dari seberapa banyak murid mampu menyebutkan aturan, tetapi dari kesediaan mereka menerapkannya secara konsisten. Disiplin yang tumbuh dari kesadaran akan melahirkan tanggung jawab; tanggung jawab yang dibiasakan akan menguatkan karakter. Itulah nilai yang hendak ditanamkan melalui pembinaan tata tertib bagi murid kelas VII putra MTsN 2 Probolinggo.
TIM REDAKSI
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout dan Desain: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah, Mauidzatul H.
Videografer dan Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
DARI KELAS, MENYALAKAN API LITERASI: MTsN 2 PROBOLINGGO KUATKAN BUDAYA BACA DAN KETRAMPILAN BERBAHASA
Jum’at Literasi Bahasa Indonesia Libatkan Murid Kelas VII, VIII, dan IX; Guru Jam Pertama Dampingi Penguatan Budaya Literasi di Ruang Belajar PAJARAKAN — Literasi bukan sek
GURU IPA MENEMBUS ERA DIGITAL: MTsN 2 PROBOLINGGO PERKUAT KOMPETENSI MENUJU MADRASAH GLOBAL
Pajarakan — Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru terus beradaptasi, berinovasi, dan memperbarui kompetensi profesional. Menjawab tantangan tersebut, MTsN
SATU SUMPAH, SATU BANGSA, SATU MASA DEPAN: MTsN 2 PROBOLINGGO DAN MAN 2 PROBOLINGGO KOBARKAN SEMANGAT PEMUDA INDONESIA
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persatuan dan kebangsaan menggelora di halaman Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo, Pajarakan, Rabu (28/10/2026), dalam pelaksanaan Upacara Peringatan Ha
DETEKSI DINI, GENERASI SEHAT: PUSKESMAS PAJARAKAN GELAR SKRINING KESEHATAN MURID PUTRI KELAS VIII MTsN 2 PROBOLINGGO
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Kepedulian terhadap kesehatan remaja terus diperkuat melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan lembaga pendidikan. Tim kesehatan Puskesm
PERGAPANGGU VIII GUNCANG SEMANGAT PRAMUKA DI PAJARAKAN: 330 PESERTA DARI ENAM SEKOLAH BERSATU DALAM KEMAH PERSAUDARAAN
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persaudaraan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan menyatu di halaman Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo saat Perkemahan Gabungan Pangkalan dan Gugus Depa
