Menempa Jiwa, Meneguhkan Langkah: Anggota Baru Silat MTsN 2 Probolinggo Jalani Orientasi di Kampus 2
Pajarakan — Suasana Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo berubah menjadi arena pembentukan karakter ketika anggota baru Ekstrakurikuler Silat mengikuti kegiatan orientasi selama dua hari, 22–23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai langkah awal bagi para anggota baru untuk mengenal lebih dekat dunia pencak silat sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tidak sekadar belajar gerakan bela diri, peserta mendapatkan pengalaman tentang teori, senam pagi, kedisiplinan, konsentrasi, serta praktik jurus sebagai bagian dari proses pembinaan.
Sejak awal kegiatan, para peserta diarahkan untuk memahami bahwa silat bukan hanya tentang kekuatan fisik. Di balik setiap gerakan terdapat nilai disiplin, pengendalian diri, keberanian, ketekunan, dan penghormatan terhadap sesama.
Dari Teori Menuju Gerakan
Orientasi anggota baru diawali dengan pengenalan teori sebagai fondasi sebelum peserta memasuki latihan praktik. Materi diberikan untuk membantu siswa memahami dasar-dasar kegiatan silat sekaligus membangun pola pikir yang benar dalam mengikuti latihan.
Bagi anggota baru, tahap ini menjadi kesempatan untuk mengenal aturan, etika, kedisiplinan, serta pentingnya mengikuti instruksi pembina dalam setiap proses latihan.
Setelah pemahaman dasar diberikan, kegiatan berlanjut dengan senam pagi. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kondisi fisik peserta sebelum memasuki latihan inti.
Gerakan senam dilakukan secara bersama-sama. Selain membantu kebugaran, aktivitas tersebut juga menjadi sarana membangun kekompakan antarpeserta.
Suasana kemudian semakin dinamis ketika peserta memasuki sesi praktik jurus. Dengan pendampingan pembina, anggota baru mulai mengenal gerakan-gerakan dasar dan berlatih mengoordinasikan tubuh, konsentrasi, serta ketepatan gerak.
Kepala Madrasah: Silat Membentuk Karakter, Bukan Sekadar Kekuatan
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menyambut positif pelaksanaan orientasi ekstrakurikuler silat bagi anggota baru.
Menurutnya, kegiatan bela diri memiliki nilai pendidikan yang sangat kuat apabila diarahkan dengan baik.
“Kami mendukung kegiatan ekstrakurikuler silat karena di dalamnya terdapat banyak nilai pendidikan. Anak-anak belajar disiplin, fokus, tekun, menghormati pembina dan teman, serta mampu mengendalikan diri. Jadi, silat bukan semata-mata tentang kekuatan fisik,” ungkap Ernawiyadi.
Ia menekankan bahwa kemampuan bela diri harus berjalan seiring dengan karakter yang baik.
“Semakin seseorang memiliki kemampuan, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menggunakannya dengan bijaksana. Kami ingin anak-anak menjadi pribadi yang tangguh, tetapi tetap rendah hati dan mampu mengendalikan diri,” tegasnya.
Ernawiyadi berharap para anggota baru dapat mengikuti proses latihan secara konsisten.
“Jangan hanya bersemangat pada saat awal. Kuncinya adalah konsistensi. Terus berlatih, patuhi pembina, jaga kesehatan, dan jadikan proses ini sebagai bagian dari pembentukan karakter,” pesannya.
Kesiswaan: Disiplin yang Dilatih, Mental yang Dikuatkan
Sementara itu, Waka Bidang Kesiswaan MTsN 2 Probolinggo, Erma Yuli Astutik, M.PdI., menilai orientasi menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya latihan kepada anggota baru.
Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler memiliki fungsi strategis dalam membantu peserta didik menemukan potensi dan mengembangkan kepercayaan diri.
“Orientasi ini penting agar anggota baru memahami bahwa mengikuti ekstrakurikuler membutuhkan komitmen. Mereka belajar hadir tepat waktu, mengikuti arahan, menjaga kekompakan, dan bertanggung jawab terhadap proses latihan,” tuturnya.
Ia juga melihat latihan fisik dan praktik jurus sebagai sarana untuk membangun mental positif.
“Anak-anak belajar bahwa kemampuan tidak datang secara instan. Ada proses, ada latihan berulang, ada rasa lelah, dan ada tantangan yang harus dilewati. Dari proses itulah mental mereka akan terbentuk,” jelas Erma.
Ia berharap kegiatan silat dapat menjadi wadah positif bagi siswa untuk menyalurkan energi dan mengembangkan prestasi.
Pembina Silat: Dari Gerakan Dasar Menuju Karakter Tangguh
Pembina Ekstrakurikuler Silat MTsN 2 Probolinggo, Moh. Hafid, menjelaskan bahwa orientasi anggota baru sengaja dikemas dengan memadukan teori dan praktik.
Menurutnya, pemahaman dasar sangat penting sebelum peserta memasuki latihan yang lebih kompleks.
“Anggota baru perlu mengenal terlebih dahulu apa yang mereka pelajari dan bagaimana sikap yang harus dibangun selama latihan. Setelah memahami teori, mereka mulai dikenalkan dengan senam, pemanasan, dan praktik jurus secara bertahap,” jelas Moh. Hafid.
Ia menegaskan bahwa latihan silat membutuhkan kesabaran dan konsistensi.
“Silat tidak bisa dipelajari secara instan. Anak-anak harus rajin berlatih, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Setiap gerakan membutuhkan ketepatan, konsentrasi, dan pengulangan,” ujarnya.
Bagi Moh. Hafid, orientasi dua hari tersebut merupakan langkah awal untuk membangun fondasi anggota baru.
“Kami berharap anggota baru dapat menikmati proses latihan dan terus berkembang. Targetnya bukan hanya mereka bisa melakukan jurus, tetapi juga memiliki sikap disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu mengendalikan diri,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Bela Diri
Pencak silat memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan fisik. Ia merupakan perpaduan antara gerak, konsentrasi, disiplin, dan pengendalian diri.
Nilai tersebut menjadi sangat relevan bagi peserta didik. Pada usia sekolah, mereka membutuhkan ruang untuk mengembangkan kekuatan fisik sekaligus kematangan mental.
Melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar menghadapi tantangan secara bertahap. Mereka belajar bahwa keberhasilan membutuhkan proses dan bahwa kemampuan yang baik harus diiringi tanggung jawab.
Orientasi anggota baru pada 22–23 Agustus 2026 pun menjadi titik awal perjalanan para calon pesilat muda MTsN 2 Probolinggo.
Menjadi Tangguh Tanpa Kehilangan Kerendahan Hati
Dua hari di Kampus 2 mungkin hanya menjadi awal. Masih ada latihan-latihan berikutnya, gerakan yang harus terus disempurnakan, dan berbagai tantangan yang akan dihadapi.
Namun dari sinilah perjalanan dimulai.
Dari teori mereka memperoleh pemahaman. Dari senam mereka membangun kesiapan. Dari praktik jurus mereka belajar ketepatan. Dan dari seluruh proses itu, mereka perlahan ditempa menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tangguh.
Karena sejatinya, pesilat sejati bukanlah mereka yang paling kuat, melainkan mereka yang mampu mengendalikan kekuatan, menghormati sesama, dan tetap rendah hati dalam setiap langkah.
Di Kampus 2 MTsN 2 Probolinggo, para anggota baru telah memulai langkah pertamanya.
Satu jurus untuk melatih ketepatan. Satu latihan untuk membangun ketangguhan. Dan satu proses panjang untuk menempa karakter.
TIM PUBLIKASI & DOKUMENTASI
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah & Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
ESTAFET KEPEMIMPINAN OSIM RESMI BERGULIR: RAFA FAUZAN DAN MALAEKA QISYA PIMPIN GENERASI MUDA MTsN 2 PROBOLINGGO
Pelantikan Pengurus OSIM Periode 2026–2027 Menjadi Momentum Penguatan Demokrasi, Kepemimpinan, dan Karakter Murid PAJARAKAN — Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan
DARI KELAS, MENYALAKAN API LITERASI: MTsN 2 PROBOLINGGO KUATKAN BUDAYA BACA DAN KETRAMPILAN BERBAHASA
Jum’at Literasi Bahasa Indonesia Libatkan Murid Kelas VII, VIII, dan IX; Guru Jam Pertama Dampingi Penguatan Budaya Literasi di Ruang Belajar PAJARAKAN — Literasi bukan sek
DISIPLIN BUKAN SEKADAR ATURAN: MTsN 2 PROBOLINGGO TANAMKAN KARAKTER DAN TANGGUNG JAWAB SEJAK DINI
Tim BK Bekali Murid Kelas VII Putra dengan Pemahaman Tata Tertib untuk Membangun Budaya Madrasah yang Tertib, Santun, dan Berkarakter PAJARAKAN — Pembentukan karakter murid tidak
GURU IPA MENEMBUS ERA DIGITAL: MTsN 2 PROBOLINGGO PERKUAT KOMPETENSI MENUJU MADRASAH GLOBAL
Pajarakan — Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru terus beradaptasi, berinovasi, dan memperbarui kompetensi profesional. Menjawab tantangan tersebut, MTsN
SATU SUMPAH, SATU BANGSA, SATU MASA DEPAN: MTsN 2 PROBOLINGGO DAN MAN 2 PROBOLINGGO KOBARKAN SEMANGAT PEMUDA INDONESIA
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persatuan dan kebangsaan menggelora di halaman Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo, Pajarakan, Rabu (28/10/2026), dalam pelaksanaan Upacara Peringatan Ha
