• MTS NEGERI 2 PROBOLINGGO
  • MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

MAULID NABI 1448 H: SATUKAN SHALAWAT, AKHLAK, DAN KARYA UNTUK NEGERI

Pajarakan — Gema shalawat dan semangat kebangsaan berpadu dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang diselenggarakan bersama oleh MTsN 2 Probolinggo dan MAN 2 Probolinggo, Rabu (26/8/2026).

Mengusung tema “Bersatu, Berakhlak, dan Berkarya untuk Negeri”, kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan semangat persatuan dan kecintaan kepada Tanah Air.

Kegiatan yang menggandeng Majelis Taklim dan Shalawat Ihyaul Muslimin itu diikuti sekitar 1.000 peserta, terdiri atas seluruh peserta didik MTsN 2 dan MAN 2 Probolinggo serta pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan motto “Bersama Menebar Shalawat, Meneladani Rasulullah, dan Berkarya untuk Negeri”, peringatan Maulid dikemas sebagai ruang spiritual sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda madrasah.

Ketika Shalawat Bertemu Semangat Kemerdekaan

Ada pemandangan menarik dalam peringatan Maulid kali ini. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sembari mengibarkan bendera Merah Putih.

Pengibaran bendera tersebut menjadi simbol bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tahun ini berlangsung dalam suasana bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Dua momentum besar—Maulid Nabi dan HUT Kemerdekaan RI—dipertemukan dalam satu pesan: kecintaan kepada Rasulullah harus berjalan seiring dengan kecintaan kepada negeri.

Bagi keluarga besar MTsN 2 dan MAN 2 Probolinggo, semangat tersebut diterjemahkan melalui akhlak, persatuan, pendidikan, dan karya.

Sebab, mencintai Rasulullah tidak berhenti pada lantunan shalawat. Keteladanan Rasulullah harus hadir dalam perilaku sehari-hari: jujur, santun, disiplin, menghargai sesama, menjaga persaudaraan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan bangsa.

Dari Pra-Acara hingga Majelis Shalawat

Rangkaian kegiatan telah disusun dengan memadukan unsur seni, religi, edukasi, dan kebersamaan. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan pra-acara pukul 07.30–08.30 WIB yang dipandu oleh Sdri. Aini dan Sdri. Afika.

Pra-acara diisi dengan penampilan Band Islami siswa-siswi MAN 2 Probolinggo, dilanjutkan Musikalisasi Puisi siswa-siswi MTsN 2 Probolinggo, serta kuis interaktif yang dipandu pembawa acara.

Memasuki acara inti, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ustadz H. Abdul Rozak, S.Ag., kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ananda Alfian, siswa MTsN kelas 7I.

Rangkaian selanjutnya mencakup sambutan Kepala Madrasah serta agenda yang melibatkan Majelis Ihyaul Muslimin, dengan rangkaian pembacaan shalawat, ceramah agama, dan doa bersama. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan penutup bersama seluruh hadirin.

Puncak kegiatan menghadirkan Gus Hafid Ahkam sebagai penceramah. Kehadiran beliau diharapkan semakin memperkaya pemahaman peserta didik tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW serta relevansinya dengan kehidupan generasi muda masa kini.

Kepala Madrasah: Maulid Harus Melahirkan Keteladanan

Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, esensi utama Maulid adalah menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan nyata.

“Peringatan Maulid Nabi adalah momentum untuk mengingat kembali perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Anak-anak tidak cukup hanya mengetahui sejarah beliau, tetapi harus mampu mengambil nilai akhlaknya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ernawiyadi.

Ia menilai tema “Bersatu, Berakhlak, dan Berkarya untuk Negeri” sangat relevan dengan dunia pendidikan.

“Bersatu berarti kita menjaga persaudaraan dan persatuan. Berakhlak berarti menjadikan Rasulullah sebagai teladan. Sedangkan berkarya berarti bagaimana ilmu dan potensi yang dimiliki anak-anak dapat memberikan manfaat bagi madrasah, masyarakat, dan bangsa,” jelasnya.

Menurut Ernawiyadi, momentum Maulid yang berlangsung di bulan kemerdekaan juga memiliki pesan tersendiri.

“Pengibaran Merah Putih dalam kegiatan Maulid hari ini menjadi simbol bahwa kecintaan kepada Rasulullah dan kecintaan kepada negeri dapat berjalan bersama. Anak-anak harus menjadi generasi yang religius sekaligus memiliki nasionalisme yang kuat,” tegasnya.

Waka Kesiswaan: Dari Shalawat Menuju Akhlak

Sementara itu, Waka Bidang Kesiswaan MTsN 2 Probolinggo, Erma Yuli Astutik, M.PdI., melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter peserta didik.

Menurutnya, suasana Maulid yang diikuti sekitar 1.000 peserta memberikan pengalaman spiritual dan sosial yang kuat bagi siswa.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa Maulid bukan hanya acara untuk mendengarkan ceramah atau membaca shalawat. Lebih jauh, mereka belajar tentang persaudaraan, kebersamaan, kecintaan kepada Nabi, dan bagaimana menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi akhlak dalam kehidupan,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang ikut menghidupkan suasana kegiatan dengan mengibarkan bendera Merah Putih.

“Antusiasme anak-anak luar biasa. Ketika shalawat dan bendera Merah Putih hadir bersama, ada pesan yang sangat indah bahwa menjadi generasi yang mencintai Nabi juga berarti menjadi generasi yang mencintai dan memberikan kontribusi terbaik untuk negeri,” ujarnya.

Erma berharap momentum tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi peserta didik.

“Semoga setelah kegiatan ini anak-anak semakin mencintai Rasulullah, semakin baik akhlaknya, semakin kuat persaudaraannya, dan semakin bersemangat untuk berkarya,” harapnya.

Kehadiran Pejabat Kemenag Berhalangan karena Tugas Dinas

Peringatan Maulid Nabi tersebut sedianya juga menjadi momentum silaturahmi dengan jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Namun, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan Kepala Seksi Pendma berhalangan hadir karena mendapatkan tugas dinas mendadak.

Kendati demikian, ketidakhadiran tersebut tidak mengurangi kekhidmatan dan antusiasme keluarga besar MTsN 2 dan MAN 2 Probolinggo dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Suasana kebersamaan tetap terasa kuat. Ribuan peserta mengikuti acara dengan tertib, sementara lantunan shalawat dan pesan keagamaan menjadi pengikat seluruh hadirin dalam satu suasana spiritual.

Bersatu dalam Shalawat, Bergerak dalam Karya

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di MTsN 2 dan MAN 2 Probolinggo akhirnya bukan sekadar perayaan atas kelahiran seorang Rasul.

Ia menjadi ruang untuk mengingat kembali siapa yang harus diteladani, nilai apa yang harus diwarisi, dan untuk apa ilmu serta pendidikan diarahkan.

Rasulullah SAW mewariskan keteladanan tentang akhlak, persaudaraan, kasih sayang, tanggung jawab, dan perjuangan. Sementara kemerdekaan Indonesia mengajarkan arti persatuan dan pengabdian kepada negeri.

Keduanya bertemu dalam satu semangat yang sederhana namun mendalam:

Mencintai Nabi dengan meneladani akhlaknya.
Mencintai negeri dengan memberikan karya terbaik.

Sekitar seribu insan madrasah hari itu berkumpul dalam satu majelis. Mereka bershalawat, berdoa, menyimak nasihat agama, mengibarkan Merah Putih, dan merayakan kebersamaan.

Dari sana lahir sebuah harapan besar—agar generasi MTsN 2 dan MAN 2 Probolinggo tumbuh menjadi generasi yang religius dalam iman, santun dalam akhlak, kuat dalam persatuan, dan produktif dalam karya.

**Bersama Menebar Shalawat.

Meneladani Rasulullah.
Dan Berkarya untuk Negeri.**


TIM PUBLIKASI & DOKUMENTASI

Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah & Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
ESTAFET KEPEMIMPINAN OSIM RESMI BERGULIR: RAFA FAUZAN DAN MALAEKA QISYA PIMPIN GENERASI MUDA MTsN 2 PROBOLINGGO

Pelantikan Pengurus OSIM Periode 2026–2027 Menjadi Momentum Penguatan Demokrasi, Kepemimpinan, dan Karakter Murid PAJARAKAN — Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan

04/11/2026 07:47 WIB - Administrator
DARI KELAS, MENYALAKAN API LITERASI: MTsN 2 PROBOLINGGO KUATKAN BUDAYA BACA DAN KETRAMPILAN BERBAHASA

Jum’at Literasi Bahasa Indonesia Libatkan Murid Kelas VII, VIII, dan IX; Guru Jam Pertama Dampingi Penguatan Budaya Literasi di Ruang Belajar PAJARAKAN — Literasi bukan sek

30/10/2026 08:24 WIB - Administrator
DISIPLIN BUKAN SEKADAR ATURAN: MTsN 2 PROBOLINGGO TANAMKAN KARAKTER DAN TANGGUNG JAWAB SEJAK DINI

Tim BK Bekali Murid Kelas VII Putra dengan Pemahaman Tata Tertib untuk Membangun Budaya Madrasah yang Tertib, Santun, dan Berkarakter PAJARAKAN — Pembentukan karakter murid tidak

30/10/2026 08:22 WIB - Administrator
GURU IPA MENEMBUS ERA DIGITAL: MTsN 2 PROBOLINGGO PERKUAT KOMPETENSI MENUJU MADRASAH GLOBAL

Pajarakan — Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru terus beradaptasi, berinovasi, dan memperbarui kompetensi profesional. Menjawab tantangan tersebut, MTsN

29/10/2026 19:09 WIB - Administrator
SATU SUMPAH, SATU BANGSA, SATU MASA DEPAN: MTsN 2 PROBOLINGGO DAN MAN 2 PROBOLINGGO KOBARKAN SEMANGAT PEMUDA INDONESIA

PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Semangat persatuan dan kebangsaan menggelora di halaman Kampus 1 MTsN 2 Probolinggo, Pajarakan, Rabu (28/10/2026), dalam pelaksanaan Upacara Peringatan Ha

28/10/2026 07:52 WIB - Administrator